Pandangan Zionis Israel Terhadap Julani dan Keinginan untuk Menundukannya
Story Code : 1299131
Analis Michael Milstein dari Universitas Tel Aviv menulis bahwa Julani, yang merebut Damaskus pada Desember 2024, telah mengubah penampilannya dari seragam militer ke jas dan dasi, berbicara dengan nada moderat, dan menjadi populer di dunia Arab sebagai alat untuk membatasi pengaruh Iran. Namun, Milstein menilai transformasi ini justru menciptakan "teka-teki strategis" bagi Israel, karena Julani tidak lagi bisa diklasifikasikan sebagai musuh yang jelas, sementara tuntutannya untuk mengembalikan Dataran Tinggi Golan sebagai imbalan atas kesepakatan membuat posisinya semakin rumit.
Meskipun Julani dipuji oleh Presiden AS Donald Trump dan telah menandatangani kesepakatan dengan Rusia, Milstein memperingatkan bahwa permusuhannya terhadap Israel tetap ada dan ia belum sepenuhnya tunduk pada keinginan Zionis. Penulis menambahkan bahwa meskipun kebencian Julani terhadap Iran menggembirakan, sikap negatifnya terhadap Israel harus tetap diwaspadai secara hati-hati. Artikel tersebut menyimpulkan bahwa Suriah di bawah kepemimpinan Julani telah menjadi "masalah strategis" yang membingungkan bagi Israel, karena ia tidak lagi menjadi musuh yang jelas seperti di masa lalu, tetapi juga belum menjadi sekutu yang dapat dipercaya.