0
Wednesday 19 August 2026 - 14:46

[FOTO] Peringatan 40 Hari Prosesi dan Pemakaman Syahid Khamenei, Musalla Imam Khomeini Teheran

Story Code : 1300028
Dalam acara tersebut, Hujjatul Islam wal Muslimin Haj Ali Akbari dalam pidatonya menyebut pelajaran perlawanan sebagai salah satu pelajaran terpenting dari madzab Pemimpin Syahid Revolusi. Ia menyatakan bahwa Pemimpin Syahid adalah penakluk puncak-puncak ilmu, akhlak, dan jihad. Selama 37 tahun kepemimpinannya, dengan perencanaan yang bijaksana dan pemusatan pada model perlawanan, ia mampu melindungi Iran dari permusuhan, serta menempatkan negara pada jal menuju "Iran yang Kuat" dan pencapaian kemajuan besar di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, politik, dan infrastruktur.

Haj Ali Akbari juga menyebut pengembangan front perlawanan dan sabuk keamanan Iran di kawasan, serta penguatan kekuatan pertahanan Iran, sebagai bagian dari keahlian Pemimpin Syahid. Ia menambahkan bahwa kesyahidan beliau telah menjadi awal dari babak baru misi ilahiahnya, dan membangkitkan kebangkitan besar di kalangan bangsa Iran dan orang-orang merdeka di seluruh dunia.

Pembicara dalam acara tersebut menegaskan bahwa tuntutan utama dalam kebangkitan rakyat adalah penuntutan balas dendam (qisas) dan perolehan kompensasi dari para agresor guna mencapai pencegahan total. Ia menyatakan: "Seperti halnya hari ini presiden kriminal Amerika yang karena takut akan pembalasan, berlindung di balik kendaraan pengangkut makanan, ia harus dipindahkan ke gerbong sampah sejarah, dan ini adalah agenda semua orang merdeka di dunia. Tentu saja, pilar lain dari pembalasan adalah pengusiran Amerika dan rezim Zionis dari kawasan, yang pasti akan terwujud."

Dalam acara ini, Tuan Hamid Reza Ahmadi-Vafa, Mehdi Adeli, dan Yunus Shahmoradi membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sementara Tuan Morteza Taheri dan Mehdi Rasuli membawakan ratapan dan syair-syair duka.
Comment