IRGC Targetkan Pangkalan Netzarim di Gaza dalam Operasi ‘Janji Sejati II’
Story Code : 1191479
Gen. Amir Ali Hajizadeh, the head of the IRGC's aerospace division
Operasi Janji Sejati III pasti akan terjadi, tegas Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, komandan Pasukan Dirgantara IRGC, merujuk pada operasi balasan Iran terhadap Zionis "Israel".
"Sama seperti Janji Sejati 1 dan 2 yang telah terpenuhi, Janji Sejati 3 pasti akan terlaksana," kata Hajizadeh, seraya menambahkan bahwa "ini adalah tuntutan rakyat dan kami tidak akan melupakannya."
Dia memperingatkan musuh agar tidak menargetkan fasilitas nuklir Iran, menegaskan bahwa mereka "harus tahu tindakan apa yang akan kami ambil terhadap mereka."
"Sebuah kobaran api akan melanda wilayah ini dengan dimensi dan cakupan yang tak dapat dihitung. Karena alasan ini, musuh sama sekali tidak menginginkan hal seperti itu," kata komandan tersebut, menambahkan bahwa musuh-musuh Iran tidak berani melancarkan serangan terhadap negara itu.
Hajizadeh menekankan bahwa Iran tidak "rentan" dalam hal militer, menunjukkan bahwa dalam bidang drone, negara tersebut telah melampaui sekadar meniru—sekarang negara lain justru meniru desain Iran dan menggunakannya sebagai model.
Zionis Israel Gagal Mengganggu Produksi Rudal Iran
Menyusul dua operasi balasan Iran, jet tempur Israel menggunakan wilayah udara yang dikendalikan AS di atas Irak untuk melancarkan serangan terhadap instalasi militer Iran di Tehran, Khuzestan, dan provinsi Ilam pada 26 Oktober.
Iran menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat serangan tersebut, membatasi kerusakan hanya pada situs radar. Namun, lima orang—termasuk empat perwira Angkatan Darat dan satu warga sipil—tewas dalam serangan itu.
Sebagai tanggapan atas agresi terbaru Janji Sejati Israel ini, Iran telah berjanji untuk melanjutkan Operasi Janji Sejati III.
Dalam konteks yang sama, Hajizadeh menjelaskan bahwa tujuan Ziois "Israel" dalam agresinya pada Oktober 2024 terhadap Iran adalah untuk mengganggu produksi rudal negara itu selama setahun. Namun, mereka gagal mencapai tujuannya, karena jalur produksi tetap berjalan tanpa gangguan berkat kesiapan Iran menghadapi serangan dan antisipasi terhadap rencana musuh.
Hajizadeh mengingatkan bahwa Janji Sejati I dan II dilakukan sebagai respons terhadap kesalahan perhitungan Zionis "Israel", termasuk serangan terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah.
Dia menekankan bahwa operasi ini merupakan "serangan rudal terbesar di dunia, yang bahkan diakui oleh Barat," mengungkapkan bahwa dalam Operasi Janji Sejati II, IRGC menargetkan poros Netzarim di Jalur Gaza, tempat pasukan pendudukan Zionis Israel ditempatkan.
Menurut komandan Pasukan Dirgantara IRGC, lebih dari 75% rudal Iran mengenai targetnya dengan akurat, meskipun ada sistem pertahanan udara terbesar di wilayah pendudukan, kapal perang AS, jet tempur, dan jaringan radar regional yang memantau rudal Iran.
Hajizadeh menunjukkan bahwa Iran telah membuktikan komitmennya terhadap garis merahnya dan merespons secara langsung, meskipun sebelumnya diyakini bahwa Tehran akan menahan diri dari pembalasan langsung karena kebijakan menghindari perang.
Kemampuan Rudal Iran Semakin Meningkat
Mengenai kemampuan rudal, dia mengungkapkan bahwa jangkauan rudal Iran kini telah mencapai 2.000 kilometer, tanpa kendala teknis untuk memperpanjangnya lebih jauh. "Jika kami ingin mengungkapkan satu kota rudal baru setiap minggu, kami tidak akan selesai memamerkan kota-kota ini dalam dua tahun," tegasnya.
Jenderal tersebut menekankan bahwa kemampuan pertahanan Iran terus berkembang, dengan meningkatnya kekuatan militer yang membuat musuhnya semakin gelisah dan takut.
Di sisi lain, Hajizadeh meyakinkan rakyat Iran, dengan menyatakan, "Perang tidak akan terjadi karena musuh tahu biaya dari kebodohan semacam itu dan tidak akan berani mengejarnya."[IT/r]