0
Monday 17 March 2025 - 04:21
Gejolak Suriah:

Warga Latakia Mendesak Tindakan terhadap Pelecehan di Pos Pemeriksaan

Story Code : 1196767
A Syrian security check the ID of a driver at a checkpoint, at Latakia, Syria
A Syrian security check the ID of a driver at a checkpoint, at Latakia, Syria
Saat kehidupan kembali normal di Latakia setelah pembantaian yang mengakibatkan tewasnya ribuan orang di pantai Suriah, warga kota Latakia meminta pihak berwenang pada hari Minggu (16/3) untuk mengakhiri pelecehan oleh personel keamanan yang mengoperasikan pos pemeriksaan di daerah tersebut.
 
Sumber lokal memberi tahu Al Mayadeen pada hari Minggu bahwa banyak lingkungan mulai hidup kembali, terutama di malam hari. Namun, lingkungan al-Zira'a terus mengalami aktivitas terbatas di malam hari.
 
Warga mendesak pemilik toko untuk memperpanjang jam operasional mereka dalam upaya menghidupkan kembali daerah tersebut, yang dulunya merupakan salah satu yang tersibuk di kota karena kedekatannya dengan perumahan universitas.
 
Di lingkungan al-Da'tour, penduduk masih bergulat dengan akibat pembantaian yang menewaskan lebih dari 100 warga sipil, dan banyak yang masih hilang.
 
Daerah tersebut mengalami beberapa pergerakan pada siang hari tetapi hampir sepi pada malam hari, karena pasukan keamanan rezim menjaga pos pemeriksaan ketat di sekitar lingkungan tersebut dan di sepanjang jalan menuju ke sana.
 
Petugas pos pemeriksaan melakukan pemeriksaan identitas menyeluruh terhadap mereka yang masuk dan keluar, dengan beberapa terlibat dalam pelecehan, sementara yang lain tetap bersikap hormat dan menjalankan tugas mereka tanpa melakukan pelanggaran.
 
Selain itu, beberapa terus menanyai individu tentang sekte mereka saat mereka lewat.
 
Hal ini telah menciptakan rasa cemas di antara penduduk ketika meninggalkan lingkungan tersebut menuju pusat kota, mendorong mereka untuk meminta pimpinan keamanan provinsi untuk campur tangan dan mengakhiri pelecehan tersebut.
 
Tindakan ini telah menghambat kebangkitan banyak lingkungan, karena penduduk menghindari meninggalkan rumah mereka untuk menghindari pertemuan semacam itu.
 
Selain itu, warga meminta pihak berwenang yang bertanggung jawab atas provinsi Latakia untuk menghentikan pelanggaran berulang yang dilakukan oleh personel pos pemeriksaan di Sekolah Angkatan Laut, setelah pelanggaran verbal menargetkan warga dari semua sekte, sementara pasukan keamanan menuduh mereka sebagai bekas milisi rezim.[IT/r]
 
 
 
Comment