0
Wednesday 19 March 2025 - 05:46

Yaman Tetap Teguh Dukung Palestina Meski Dihantam Serangan Berat AS

Story Code : 1197230
Yaman Tetap Teguh Dukung Palestina Meski Dihantam Serangan Berat AS
Serangan yang diperintahkan langsung oleh mantan Presiden AS Donald Trump ini menunjukkan bahwa korban jiwa dari kalangan anak-anak terus bertambah. Ironisnya, pada hari yang sama saat anak-anak Yaman menjadi korban serangan udara tersebut, Trump justru memposting foto dirinya bersama seorang anak Amerika di halaman Gedung Putih. Tindakan ini dinilai sebagai upaya Trump untuk menunjukkan citra sebagai pencinta anak, meski serangan di Yaman membuktikan bahwa retorika tentang hak asasi manusia dan perlindungan anak hanyalah omong kosong.

Kerusakan Besar pada Infrastruktur Sipil
Serangan udara selama beberapa hari terakhir juga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur sipil di Yaman. Namun, pertanyaannya kini adalah: Apakah tekanan militer AS akan memaksa Yaman untuk menyerah dalam mendukung Palestina?

AS Membela Kepentingan Israel
AS berdalih bahwa serangan terhadap Yaman bertujuan untuk memulihkan keamanan di Laut Merah, sebuah kawasan di mana pasukan Yaman sejak awal perang Gaza telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal Israel dan tanker minyak yang menuju Israel. Tujuan Yaman adalah untuk menekan Tel Aviv agar menghentikan perang genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Menurut pemerintah Yaman, serangan terhadap kapal-kapal tujuan Israel adalah respons terhadap agresi Israel terhadap Palestina. Dengan demikian, langkah AS dalam mengebom Yaman menunjukkan bahwa Washington bertindak sebagai pembela Israel dalam genosida di Gaza. Kini, AS-lah — bukan Israel — yang merespons serangan Yaman terhadap kepentingan Israel di Laut Merah.

Dampak Serangan Yaman terhadap Israel
Operasi Yaman di Laut Merah telah memberikan tekanan ekonomi yang signifikan terhadap Israel, di antaranya:
- Lonjakan harga dan inflasi di Israel: Ancaman dari Yaman menyebabkan kenaikan harga barang, terutama bahan makanan, akibat kekurangan pasokan di pasar dan meningkatnya biaya pengiriman serta tarif asuransi risiko
- Peningkatan biaya transportasi sebesar 40–50 persen: Menurut sumber dari perusahaan logistik Israel UPS, biaya pengiriman laut dari Asia ke Israel meningkat antara 40 hingga 50 persen. Sebagian besar perusahaan pengiriman memilih untuk membongkar muatan di pelabuhan Eropa dan kemudian mengangkutnya ke Israel menggunakan kapal kecil, yang meningkatkan biaya logistik.
- Kebangkrutan pelabuhan utama Israel: Pelabuhan Eilat di Israel selatan mengalami penurunan aktivitas hingga 85 persen akibat serangan Yaman, yang menyebabkan kebangkrutan. Pelabuhan ini memiliki peran penting dalam bongkar muat barang dan impor mobil, namun kini menghadapi krisis serius akibat penurunan aktivitas dan pendapatan.

Yaman Bersumpah Akan Membalas Serangan AS
Meski menghadapi serangan berat dari AS, Yaman menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan serangan terhadap kepentingan Israel. Sebaliknya, Yaman justru berjanji akan menyerang target dan kepentingan AS di kawasan sebagai respons atas serangan yang dilakukan Washington.

Pada Senin lalu, setelah gelombang baru serangan AS, Yaman mengumumkan bahwa mereka telah menyerang kapal induk AS, USS Harry Truman, sebanyak dua kali dalam 24 jam. Yaman juga memperingatkan bahwa mereka akan meningkatkan intensitas serangan sebagai balasan atas tindakan militer AS tersebut.

Yaman Punya Pengalaman Menghadapi Serangan AS
Serangan AS terhadap Yaman bukanlah yang pertama kali terjadi. Sejak tahun 2015, koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi telah melancarkan serangan udara terhadap Yaman menggunakan senjata buatan AS. Namun, serangan itu gagal memaksa Yaman untuk menyerah.

Pada 26 September 2019, Amnesty International menerbitkan laporan yang mengungkap penggunaan bom buatan AS dalam serangan mematikan terhadap warga sipil Yaman. Sejak Maret 2015, Amnesty International telah menyelidiki puluhan kasus serangan udara oleh koalisi Arab dan berulang kali menemukan sisa-sisa amunisi buatan AS di lokasi serangan.

Jika bom buatan AS yang digunakan dalam perang Saudi terhadap Yaman gagal memaksa rakyat Yaman untuk menyerah, sangat kecil kemungkinan serangan AS saat ini akan mampu menghentikan tekad rakyat dan pemimpin Yaman dalam mendukung perjuangan Palestina.

Serangan berat AS terhadap Yaman terbukti tidak hanya gagal menghentikan operasi militer Yaman terhadap kepentingan Israel, tetapi justru memicu ancaman baru terhadap kepentingan AS di kawasan. Keteguhan Yaman dalam menghadapi tekanan militer ini menunjukkan bahwa dukungan mereka terhadap perjuangan Palestina tidak akan goyah meski menghadapi serangan dari kekuatan militer terbesar di dunia.[IT/AC]
Comment