0
Friday 21 March 2025 - 15:01
Republik Islam Iran

Menteri Luar Negeri Iran akan Atasi ‘Kompleksitas’ Politik

Story Code : 1197724
Menteri Luar Negeri Iran akan Atasi ‘Kompleksitas’ Politik
Berbicara di televisi nasional saat Tahun Baru Persia tiba pada hari Kamis (20/3), Araghchi mengatakan bahwa sejauh menyangkut kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran, zaman belum berubah.
 
“Situasi yang ditimbulkan oleh presiden baru Amerika bukanlah hal baru bagi kita. Kita mengalami ‘tekanan maksimum’ ini pada masa jabatan terakhirnya. Beberapa orang (sekarang) menyebutnya — bercanda atau tidak — ‘tekanan maksimum 2.0,’” ujarnya.
 
“Dengan rahmat Allah dan berkah Lailatul Qadar, kita akan mengatasi kerumitan politik AS dan menavigasi kerumitan tersebut untuk mengamankan kepentingan dan keamanan nasional Iran,” tegasnya.
 
Presiden AS Trump mengirim surat ke Iran melalui utusan dari Uni Emirat Arab (UEA) pada 12 Maret. Beberapa hari sebelumnya, Trump sendiri mengungkapkan bahwa ia telah menulis surat kepada Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Imam Ali Khamenei, yang meminta agar negosiasi dibuka kembali untuk menegosiasikan kesepakatan baru.
 
Imam Khamenei telah menegaskan kembali bahwa Iran tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat karena Teheran tidak percaya bahwa Washington akan mematuhi kewajiban kontrak apa pun. Pemimpin Iran tersebut merujuk pada pengalaman Iran dalam bernegosiasi dan membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat dan pemerintah lain pada tahun 2010-an — sebuah perjanjian yang secara sepihak ditarik oleh Trump dan AS pada tahun 2018.
 
Kementerian Luar Negeri mengatakan Iran telah meninjau surat Trump dan akan menanggapinya dalam beberapa hari mendatang. Araghchi menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri akan berusaha keras untuk mengamankan kepentingan Iran. “Kami memiliki kepentingan bangsa Iran di hadapan kami, dan ke sanalah kami akan bergerak,” pungkasnya. [IT/G]
Comment