Gaza: Serangan Udara Israel Semalam Kembali Telan Korban Sipil
Story Code : 1203515
Escalating Israeli Assault on Gaza - Rising Death Toll, Humanitarian Crisis Worsens
Serangan semalam tersebut semakin memperparah situasi kemanusiaan yang sudah sangat buruk di Palestina, dengan anak-anak termasuk di antara korban tewas dalam pengeboman yang tak henti-hentinya.
Serangan Mematikan Menargetkan Keluarga Pengungsi
Di Khan Younis, Gaza selatan, empat warga sipil—termasuk dua anak dan seorang gadis muda—tewas ketika jet tempur Zionis Israel membombardir sebuah tenda yang menampung warga Palestina yang mengungsi di wilayah al-Mawasi. Di dekatnya, serangan drone terpisah di dekat rumah sakit lapangan Inggris mengakibatkan empat kematian tambahan dan sejumlah luka-luka.
Drone Zionis Israel juga menargetkan tempat penampungan di Gaza City barat, menyerang sebuah tenda di dekat Hotel Al-Amal, menewaskan dua orang dan melukai empat lainnya. Korban tambahan dilaporkan menyusul serangan lain terhadap tenda di al-Mawasi, wilayah yang telah menjadi tempat perlindungan bagi keluarga yang melarikan diri dari kekerasan di daerah lain.
Pemboman Meluas Terus Berlangsung
Serangan juga menjangkau kawasan pemukiman di seluruh Gaza. Di kamp pengungsi Khan Younis, serangan udara Zionis Israel terhadap rumah keluarga Abu Shamala menewaskan satu orang dan melukai 20 lainnya—15 di antaranya anak-anak, menurut laporan awal. Ini merupakan serangan kedua terhadap rumah yang sama, setelah sebelumnya melukai 14 orang, termasuk 12 anak dan dua perempuan.
Gaza City juga mengalami serangan bersamaan ketika jet-jet tempur Zionis Israel menargetkan Jalan al-Sikka di kawasan al-Zeitoun, sementara tembakan artileri menghantam distrik timur al-Shujaiya. Laporan menyebutkan bahwa Gaza telah mengalami serangan udara, darat, dan laut secara terkoordinasi selama lebih dari dua jam, menunjukkan skala ofensif Israel yang luas.
Krisis Kemanusiaan Mencapai Titik Kritis
Serangan tanpa henti ini terjadi bersamaan dengan memburuknya kondisi kemanusiaan bagi populasi pengungsi di Gaza. UNRWA memperingatkan pada hari Jumat (18/4) bahwa krisis kemanusiaan di Gaza memburuk dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan lebih dari 90.000 warga Palestina kini berlindung di 115 fasilitas milik UNRWA.
Larangan terhadap bantuan kemanusiaan dan pasokan komersial sejak 2 Maret secara drastis memperburuk penderitaan warga sipil, menghancurkan kondisi hidup dan akses terhadap layanan kesehatan di seluruh Gaza.
Jumlah pengungsi terus meningkat setelah runtuhnya gencatan senjata, dengan perkiraan PBB menunjukkan hampir 420.000 orang baru mengungsi, sehingga totalnya kini mencapai lebih dari 1,9 juta—sekitar 90% dari seluruh populasi Gaza.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sebanyak 51.065 warga Palestina telah tewas dan 116.505 lainnya terluka dalam apa yang mereka sebut sebagai genosida oleh Zionis Israel sejak 7 Oktober 2023.[IT/r]