0
Sunday 20 April 2025 - 02:48
Gejolak Politik AS:

Pentagon: Militer AS Akan Kurangi Jumlah Pasukan di Suriah Menjadi Kurang dari 1.000

Story Code : 1203611
US soldiers patrol the countryside of the oil-rich town of Rumeilan in Hasakah province, northeastern Syria
US soldiers patrol the countryside of the oil-rich town of Rumeilan in Hasakah province, northeastern Syria
"Proses yang disengaja dan berdasarkan kondisi ini akan mengurangi jumlah pasukan AS di Suriah hingga kurang dari seribu pasukan AS dalam beberapa bulan mendatang," kata juru bicara Pentagon Sean Parnell dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (18/4).
 
Militer AS memiliki sekitar 2.000 tentara AS di Suriah di beberapa pangkalan, sebagian besar di timur laut.
 
 Pentagon tidak merinci dalam rilis tersebut berapa banyak pasukan yang akan ditarik, tetapi The New York Times melaporkan pada hari Kamis (17/4) bahwa jumlahnya adalah 600.
 
Siaran pers itu juga tidak memberikan batas waktu yang spesifik untuk penarikan tersebut.
 
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada akhir Januari bahwa AS “akan membuat keputusan” mengenai pasukan di Suriah menyusul sebuah laporan yang mengatakan bahwa ia bermaksud menarik pasukan Amerika.
 
"Saya tidak tahu siapa yang mengatakan itu, tetapi kami akan mengambil keputusan mengenai hal itu," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih saat itu.
 
“Kami tidak terlibat di Suriah. Suriah sedang dalam kekacauannya sendiri. Mereka sudah punya cukup banyak massa di sana. Mereka tidak butuh keterlibatan kami.”
 
Militer AS telah mengerahkan pasukan dan perlengkapannya di wilayah timur laut Suriah sejak tahun 2014 tanpa izin dari pemerintah negara Arab tersebut, dan Pentagon mengklaim bahwa pengerahan tersebut bertujuan untuk mencegah ladang minyak di wilayah tersebut jatuh ke tangan teroris Daesh (ISIS/IS).
 
Namun, Damaskus bersikeras bahwa pengerahan pasukan tersebut dimaksudkan untuk menjarah sumber daya alam negara tersebut.
 
Selama beberapa tahun terakhir, banyak rekaman telah muncul yang mengungkapkan bahwa pasukan pendudukan AS telah menggunakan tanker untuk menyelundupkan minyak mentah Suriah dari provinsi utara negara itu ke pangkalan mereka di Irak utara, sebagai bagian dari penjarahan sistematis Washington atas komoditas dasar Suriah.
 
Trump juga telah mengakui beberapa kali bahwa pasukan Amerika berada di negara Arab itu karena kekayaan minyaknya.
 
 
Terlebih lagi, terdapat beberapa laporan yang menunjukkan dukungan langsung maupun tidak langsung Washington melalui sekutu regionalnya terhadap kelompok teroris Daesh selama beberapa tahun terakhir.[IT/r]
 
Comment