Laporan AS: Yaman Tembak Jatuh Tujuh Pesawat Nirawak Reaper Senilai $200 Juta dalam Enam Minggu
Story Code : 1204859
US MQ-9 Reaper drone (top) and wreckage of a similar model in Yemen
Mengutip pejabat pertahanan, kantor berita AS mengatakan pada hari Jumat (25/4) bahwa tiga pesawat nirawak itu ditembak jatuh dalam seminggu terakhir, yang menunjukkan peningkatan kemampuan pasukan Yaman untuk menargetkan pesawat nirawak yang terbang di atas negara itu.
Pesawat nirawak itu melakukan serangan atau operasi mata-mata, kata pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim.
Meskipun "tembakan musuh" kemungkinan menjadi penyebab jatuhnya pesawat nirawak, insiden tersebut masih dalam penyelidikan, menurut laporan tersebut.
Pesawat nirawak canggih, yang dibuat oleh General Atomics, masing-masing berharga sekitar $30 juta, dan umumnya terbang di ketinggian lebih dari 40.000 kaki (12.100 meter).
Seorang pejabat pertahanan memperingatkan bahwa peningkatan serangan AS dapat menambah risiko bagi pesawat.
Hal ini terjadi saat AS telah mengintensifkan serangannya terhadap Yaman sejak Presiden Donald Trump memerintahkan "tindakan militer yang tegas dan kuat" terhadap Yaman, yang telah melanjutkan operasi pro-Gaza, bulan lalu.
Sejak dimulainya perang genosida Israel di Gaza, pasukan Yaman telah melakukan sejumlah operasi untuk mendukung warga Gaza yang dilanda perang, menyerang target di seluruh wilayah Palestina yang diduduki, selain menargetkan kapal atau kapal Zionis Israel yang menuju pelabuhan di wilayah yang diduduki.
Untuk mendukung Israel, AS mengumumkan pembentukan satuan tugas maritim di Laut Merah pada Desember 2023 untuk melindungi jalur kapal yang menuju wilayah yang diduduki Israel.
Pasukan Yaman menanggapi dengan meningkatkan serangan mereka terhadap target strategis dan sensitif Zionis Israel dan Amerika, termasuk kapal perang dan kapal induk AS yang dikerahkan di lepas pantai Yaman.
Pasukan Yaman menghentikan serangan balasan mereka untuk mendukung gencatan senjata yang berlaku di Gaza pada 19 Januari, sebelum Israel melanggarnya bulan lalu.
Senator AS telah menyatakan kekhawatiran tentang korban sipil yang disebabkan oleh serangan Amerika di Yaman.
Pada hari Kamis, Senator Demokrat Chris Van Hollen dari Maryland, Elizabeth Warren dari Massachusetts, dan Tim Kaine dari Virginia menulis surat kepada kepala Pentagon Pete Hegseth untuk mempertanyakan apakah pemerintahan Trump "mengabaikan langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi kewajibannya dalam mengurangi kerugian warga sipil."
Surat mereka datang ketika serangan AS di pelabuhan bahan bakar Ras Isa di Yaman minggu lalu menewaskan lebih dari 70 warga sipil.[IT/r]