0
Monday 12 May 2025 - 03:48
AS, Inggris & Zionis Israel vs Yaman:

'Israel' Mengeluarkan Ancaman terhadap Tiga Pelabuhan Yaman

Story Code : 1208230
Cargo and oil tanker ships at the port of Hodeida, Yemen
Cargo and oil tanker ships at the port of Hodeida, Yemen
Militer Zionis Israel mengeluarkan peringatan pada hari Minggu yang menuntut evakuasi tiga pelabuhan Yaman, yaitu Ras Issa, Hodeida, dan As-Salif.
 
Pengumuman tersebut menyusul serangkaian serangan udara Zionis Israel yang menargetkan infrastruktur sipil, termasuk serangan awal minggu ini di pelabuhan penting Hodeida.
 
Juru bicara militer Zionis Israel Avichay Adraee mengancam ketiga pelabuhan tersebut dalam sebuah posting berbahasa Arab di X.
 
Ancaman serupa dikeluarkan oleh Tel Aviv menjelang serangan sebelumnya di ibu kota, Sanaa.
 
Eskalasi tersebut terjadi setelah sebuah rudal yang diluncurkan dari wilayah Yaman pada tanggal 4 Mei dilaporkan mendarat di dekat Bandara Ben Gurion.
 
Menteri Keamanan Zionis Israel Israel Katz kemudian mengancam, "[Perlawanan Yaman] terus meluncurkan rudal Iran ke Zionis Israel.
Seperti yang kami janjikan, kami akan menanggapi dengan tegas di Yaman dan di mana pun diperlukan."
 
Selama berbulan-bulan, gerakan perlawanan Yaman telah menyatakan solidaritas dengan rakyat Palestina di tengah serangan Zionis Israel di Gaza.
 
Sejak Oktober 2023, mereka telah melakukan operasi berulang yang menargetkan kepentingan Zionis Israel dan pengiriman komersial di Laut Merah.
 
Meskipun Amerika Serikat baru-baru ini menengahi gencatan senjata dengan pihak Yaman yang bertujuan menghentikan serangan terhadap pengiriman AS, para pemimpin di Sanaa menegaskan bahwa perjanjian tersebut tidak mencakup Zionis "Israel".
 
Perlawanan telah berjanji untuk terus menargetkan kapal dan posisi Zionis Israel dalam pertahanan Gaza. Pada tanggal 4 Mei, pasukan Yaman mengumumkan blokade udara komprehensif terhadap Zionis "Israel" sebagai tanggapan atas agresi yang terus berlanjut di Gaza.
 
Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, menyatakan bahwa bandara Zionis Israel, terutama Ben Gurion, akan tetap menjadi sasaran.
 
Dia memperingatkan maskapai penerbangan internasional agar tidak mengoperasikan penerbangan ke wilayah Zionis Israel, mendesak mereka untuk mempertimbangkan kembali demi keselamatan penumpang mereka.[IT/r]
 
Comment