NYT: Agresi Israel Menyatukan Rakyat Iran, Termasuk Oposisi
Story Code : 1216181
Iranian protestors carry portrait of Leader Sayyed Ali Khamenei and anti-Israeli signs during a protest to condemn Israeli attacks.jpg
Tokoh reformis dan mantan wakil presiden itu menyatakan dalam wawancara telepon dari Teheran bahwa faksi-faksi politik yang biasanya terpecah kini bersatu membela negara, dan mendukung kepemimpinan Republik Islam.
“Faksi-faksi politik mengarahkan seluruh energi negara untuk membela diri dari ancaman eksternal,” katanya, seraya menambahkan bahwa perang ini
“melunakkan perpecahan yang selama ini ada, baik antar faksi maupun antara faksi dengan rakyat secara umum.”
Menurut laporan New York Times, agresi Israel telah membangkitkan kembali rasa nasionalisme yang kuat di kalangan banyak orang Iran, baik di dalam negeri maupun diaspora — termasuk mereka yang sebelumnya mengkritik pemerintah.
"Tanah Iran adalah garis merah"
Surat kabar tersebut mencatat bahwa semangat kolektif ini terlihat jelas di media sosial dan pernyataan publik dari tokoh-tokoh HAM, aktivis politik, dokter, atlet, seniman, dan selebritas.
Pemain tim nasional sepak bola Iran, Saeid Ezatolahi, menulis:
“Seperti keluarga, kita mungkin tidak selalu sependapat, tetapi tanah Iran adalah garis merah kami.”
Media Iran dan berbagai video di media sosial menunjukkan bahwa hotel, penginapan, dan aula pernikahan dibuka secara gratis untuk menampung warga yang mengungsi dari Tehran.
Psikolog menawarkan terapi daring gratis, sejumlah toko besar memberikan diskon khusus, dan para relawan turun tangan menjalankan tugas-tugas harian serta menjaga lansia dan penyandang disabilitas.
Seorang pebisnis berusia 42 tahun bernama Reza berkomentar mengenai solidaritas yang luar biasa di antara rakyat Iran:
“Sulit menggambarkan suasananya. Kami takut, tapi juga saling memberi semangat, kasih sayang, dan kebaikan. Kami bersama-sama dalam hal ini.
Ini adalah serangan terhadap negara kami — terhadap Iran.”
“Biarkan mereka membunuh kami,” ujar warga Iran yang menolak meninggalkan Teheran, seperti dikutip dalam kampanye media sosial bertagar #Iranians.
Inilah alasan mengapa rakyat Iran tidak akan meninggalkan ibu kota yang mereka cintai.
��
pic.twitter.com/AlSAeQgFC2
— Al Mayadeen English (@MayadeenEnglish), 21 Juni 2025 [IT/r]