0
Saturday 5 July 2025 - 06:25

Sheikh Qassem kepada Pihak-Pihak Lebanon yang Bersandar pada Musuh: Perlawanan Tak Akan Menyerah

Story Code : 1218835
Sheikh Qassem kepada Pihak-Pihak Lebanon yang Bersandar pada Musuh: Perlawanan Tak Akan Menyerah
Berbicara dalam peringatan malam kesembilan Asyura di Kompleks Sayyed Al-Shuhada, Sheikh Qassem menolak wacana pelucutan senjata perlawanan dan justru menantang mereka untuk terlebih dahulu menuntut pengusiran pasukan pendudukan dari seluruh wilayah Lebanon.
“Pertahanan tidak memerlukan izin. Ketika ada alternatif pertahanan negara yang layak, barulah kita bisa berdiskusi lebih lanjut,” tegasnya.

Sheikh Qassem mengingatkan bahwa Hizbullah “mungkin tidak akan pernah menyerah” dan menolak kehinaan dalam bentuk apa pun. Ia menekankan bahwa kekuatan sejati adalah membebaskan tanah air dan mempertahankan hak-hak rakyat.

“Kesuksesan adalah ketika kita membebaskan tanah dan tanah air kita — ini adalah seruan kami kepada Anda, dan kami siap,” ucapnya.

Komitmen pada Negara dan Konstitusi
Sheikh Qassem juga menegaskan bahwa Hizbullah memegang teguh prinsip patriotisme sejati, yaitu membela tanah air dan membesarkan generasi yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan.

“Kami mencintai dan percaya pada negara dan tanah air kami. Kami patriotik dalam setiap makna,” katanya, sembari menolak tudingan bahwa Islam bertentangan dengan nasionalisme.

Ia menambahkan bahwa sistem hukum yang berlaku saat ini adalah hasil kesepakatan bersama dan menjadi fondasi kehidupan berbangsa di Lebanon.

“Solusinya adalah saling pengertian. Itulah sebabnya kami berkomitmen pada Konstitusi dan hukum Lebanon sebagai bagian dari kehidupan bersama.”

Asyura, Perlawanan, dan Peran Perempuan
Dalam pidatonya, Sheikh Qassem menjelaskan bahwa peringatan Asyura adalah momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan Imam Hussein a.s., termasuk konsep jihad dalam membela tanah dan rakyat.

Ia menyoroti pentingnya peran perempuan dalam perjuangan, meskipun mereka tidak diwajibkan mengangkat senjata.

“Perempuan adalah mitra dalam jihad. Mereka mendukung di belakang garis depan — mengasuh, merawat, menyuplai, dan menjaga moral — ini juga bagian dari pertempuran.”

Sheikh Qassem juga mengenang para pemimpin syuhada perlawanan, seperti Sayyed Abbas Al-Moussawi dan Sayyed Hassan Nasrallah, yang menurutnya menjadi teladan dalam menapaki jalan perjuangan Husseini.

“Kami mempersembahkan syuhada dalam pertempuran untuk Gaza, termasuk wanita dan anak-anak. Kami mempersembahkan pemimpin dan anak-anak mereka untuk jalan ini,” tuturnya.

Menutup pidatonya, ia menyerukan semangat dan keteguhan kepada para pendukung perlawanan.
“Angkat kepala kalian tinggi-tinggi dan jangan gentar. Kalian unggul dalam keyakinan, moral, jihad, dan cita-cita. Kalian tidak akan dikalahkan di hadapan musuh-musuh Umat.”[IT/AR]
Comment