
Palestina vs Zionis Israel:
Kota-kota di Tepi Barat Diserang Pemukim Saat Serangan Militer Meningkat
7 Jul 2025 02:41
IslamTimes - Pemukim melancarkan serangan terkoordinasi di beberapa kota di Tepi Barat pada Sabtu (5/7) malam, sementara pasukan Zionis Israel melakukan serangan dan penangkapan serentak di Ramallah, Nablus, Qalqilya, dan Tulkarm.
Kekerasan pemukim dan serangan militer meningkat di seluruh Tepi Barat yang diduduki pada Sabtu malam, dengan serangan dilaporkan terjadi di Ramallah, Nablus, Qalqilya, dan Tulkarm.
Sumber keamanan Palestina melaporkan bahwa kelompok pemukim bersenjata menyerang pinggiran desa Jaljulia, yang terletak di utara Ramallah, dan berupaya membakar rumah-rumah warga Palestina.
Di Sinjil, timur laut Ramallah, pemukim menargetkan wilayah selatan yang dikenal sebagai Al-Batin, tempat penduduk setempat berhadapan dengan para penyusup, mencegah eskalasi lebih lanjut.
Sementara itu, tembakan dilepaskan ke arah warga sipil dari pos terdepan ilegal di wilayah Al-Qala'a, timur desa al-Mughayyir.
Dalam tindakan intimidasi terpisah, para pemukim berkumpul di pintu masuk kota Turmusaya di dekatnya.
قطعان من المستوطنين يقتحمون أراضي بلدة جلجليا شمال رام الله، ويحاولون إحراق منزل على أطراف البلدة. pic.twitter.com/TKJhNmYHT3
— المركز الفلسطيني للإعلام (@PalinfoAr) July 5, 2025
Dalam perkembangan lainnya, pasukan pendudukan Zionis Israel menahan seorang pria Palestina di pos pemeriksaan militer Atara di utara Ramallah, sebagai bagian dari operasi penangkapan yang sedang berlangsung di seluruh wilayah tersebut.
Di selatan Nablus, penduduk kota Beita menangkis serangan pemukim, yang menyebabkan seorang pemuda Palestina terluka oleh peluru karet.
Di daerah yang sama, para pemukim membakar sebuah kendaraan selama invasi mereka ke Gunung Bir Qouza.
عاجلعاجل | إصابة شاب بالرصاص المطاطي خلال مواجهات مع قوات الاحتلال أثناء التصدي لهجوم مستوطنين على جبل بئر قوزا، في بلدة بيتا جنوب نابلس. pic.twitter.com/uOPksRpsDV
— شبكة قدس الإخبارية (@qudsn) July 5, 2025
Di bagian timur Provinsi Qalqilya, pasukan Zionis Israel menyerbu desa Hajjah, Baqat al-Hatab, dan Seer.
Saksi mata setempat menggambarkan serangan itu sebagai tindakan provokatif yang disengaja, dengan tentara berpatroli di jalan-jalan desa dengan cara yang konfrontatif.
Ketegangan juga berkobar di Anabta, sebelah timur Tulkarm, tempat konfrontasi meletus menyusul serangan militer Zionis Israel.
Serangan itu terjadi di tengah kampanye Zionis Israel yang berkepanjangan di Tulkarm dan kamp pengungsiannya, yang kini memasuki hari ke-160 berturut-turut, dan serangan paralel di kamp pengungsi Nour Shams, yang telah memasuki hari ke-147.
Kedua wilayah tersebut terus menderita karena serangan berulang dan kondisi kemanusiaan yang memburuk dengan cepat.
Pos pemeriksaan, penundaan, dan isolasi
Sejak Oktober 2023, Zionis "Israel" telah meningkatkan kehadiran militernya di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Penghalang jalan dari tanah dan batu muncul dalam semalam, diikuti oleh gerbang logam yang dicat dengan warna cerah.
Pos pemeriksaan permanen dan terbang baru kini menghiasi lanskap.
Bagi banyak orang, hal ini telah sangat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Sana Alwan, seorang pelatih pribadi berusia 52 tahun di Sinjil, mengatakan perjalanannya ke Ramallah sekarang memakan waktu hingga tiga jam sekali jalan dan penundaan yang tidak terduga telah menyebabkan pekerjaannya menurun.
"Separuh dari hidup kami dihabiskan di jalan," katanya.
Meskipun terhindar dari perang skala penuh yang terlihat di Gaza, kehidupan di Tepi Barat yang diduduki telah menjadi semakin sulit. Larangan pekerja Palestina memasuki wilayah Palestina yang diduduki tahun 1948 telah memutus mata pencaharian bagi puluhan ribu orang.
Tindakan keras terhadap kamp-kamp pengungsi telah membuat ribuan orang mengungsi awal tahun ini.
Selain itu, operasi militer Zionis Israel di Tepi Barat yang diduduki telah mengakibatkan pembongkaran lebih dari 1.000 rumah warga Palestina dan menewaskan sedikitnya 55 orang sejak Januari.
Penghancuran tersebut terkonsentrasi di tiga kamp pengungsi di Tepi Barat utara: Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams, dengan operasi yang semakin intensif sejak 21 Januari.
Serangan ini merupakan bagian dari kampanye militer yang berlarut-larut yang ditandai dengan pembongkaran rumah, penghancuran infrastruktur, dan pendudukan bangunan tempat tinggal. [IT/r]
Story Code: 1219123