0
Wednesday 9 July 2025 - 18:28
Republik Islam Iran

Pasukan Garda Revolusi Iran Tangkap dan Tewaskan 6 Teroris di Chabahar

Story Code : 1219672
Pasukan Garda Revolusi Iran Tangkap dan Tewaskan 6 Teroris di Chabahar
Dalam pernyataannya, IRGC mengumumkan bahwa operasi penyerangan tersebut mengakibatkan tewasnya dan tertangkapnya 6 teroris serta ditemukannya sejumlah senjata ringan dan berat serta amunisi, serta sejumlah besar bahan peledak.

Dalam dua minggu terakhir, Republik Islam Iran telah melancarkan serangkaian operasi keamanan besar-besaran yang menargetkan jaringan teroris dan mata-mata asing di berbagai provinsi. Langkah ini merupakan respons terhadap meningkatnya aktivitas subversif yang diduga dilakukan oleh agen-agen asing dan kelompok-kelompok yang didukung pihak luar, khususnya pasca serangan udara Israel terhadap beberapa instalasi militer dan nuklir Iran awal bulan ini.

Komandan Pasukan Keamanan Nasional Iran, Brigadir Jenderal Javad Taghavi, dalam pernyataan resminya beberapa waktu yang lalu mengungkapkan bahwa lebih dari 30 individu yang terlibat dalam kegiatan mata-mata, sabotase, dan operasi teror telah ditangkap oleh satuan keamanan. 

Operasi penangkapan berlangsung di berbagai provinsi strategis, termasuk Ardabil, Kerman, Khuzestan, dan Kurdistan. Beberapa dari mereka diketahui sedang merencanakan serangan terhadap infrastruktur vital negara seperti fasilitas nuklir, pusat komunikasi militer, dan jaringan listrik nasional. Selain itu, sejumlah besar senjata ringan, alat komunikasi terenkripsi, dan peralatan spionase berhasil disita dalam penggerebekan tersebut.

Salah satu keberhasilan terbesar tercatat di wilayah barat laut Iran, di mana pasukan keamanan berhasil mengidentifikasi dan memusnahkan gudang amunisi milik drone mata-mata Israel yang diduga masuk ke wilayah Iran selama konflik militer terbaru. 

Sementara itu, Kementerian Intelijen Iran juga mengonfirmasi bahwa pihaknya berhasil membongkar sebuah sel mata-mata yang menyamar sebagai LSM lingkungan dan telah beroperasi selama hampir tiga tahun. Sel ini diduga mengumpulkan data sensitif terkait topografi dan lokasi-lokasi militer strategis di bawah kedok penelitian lingkungan.

Media lokal juga melaporkan bahwa Iran tengah memperkuat kerja sama intelijen dengan negara-negara sahabat di kawasan Asia Barat untuk memantau jaringan operasi intelijen asing, terutama yang beroperasi dari negara-negara tetangga.

Peningkatan operasi kontra-intelijen ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan regional, terutama sejak Israel meluncurkan serangan mendadak terhadap ilmuwan nuklir dan jenderal Iran, yang telah memicu kecaman internasional. Iran menegaskan bahwa upaya melindungi integritas teritorial dan keamanan dalam negeri akan menjadi prioritas utama dalam menghadapi ancaman hibrida dari luar.[IT/G]
Comment