Media Israel: Kesepakatan Normalisasi Saudi-Israel Bergantung pada Suriah
Story Code : 1219746
Billboard that shows US President Donald Trump, shaking hands with Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman in Tel Aviv
Arab Saudi memandang kesepakatan yang sedang berkembang antara Zionis "Israel", Suriah, dan Amerika Serikat sebagai jalur potensial menuju perjanjian di masa depan antara Arab Saudi dan Tel Aviv, ujar seorang sumber senior dari keluarga kerajaan kepada saluran Kan milik Zionis Israel, dengan syarat bahwa kesepakatan tersebut mencakup Otoritas Palestina dan mengecualikan kehadiran gerakan perlawanan Hamas di Gaza.
Menurut sumber yang dikutip oleh Kan, Arab Saudi secara cermat mengikuti kunjungan Benjamin Netanyahu ke Amerika Serikat, dan menunjukkan bahwa perkembangan terbaru, khususnya terkait Suriah, dapat membuka jalan bagi kesepakatan trilateral baru yang melibatkan Zionis "Israel", AS, dan Otoritas Palestina—tanpa Hamas, yang oleh sumber tersebut disebut sebagai "organisasi teroris."
Sumber tersebut mencatat bahwa Riyadh sudah lama tidak senang dengan serangan udara Zionis Israel yang berulang kali di wilayah Suriah, yang kini telah berhenti. Serangan-serangan ini, klaimnya, mengancam stabilitas pemerintahan di Damaskus. Ia menambahkan bahwa Arab Saudi kini mengakui legitimasi Presiden sementara Suriah, Ahmad al-Sharaa.
Keterlibatan Zionis Israel-Suriah
Perlu dicatat bahwa Zionis "Israel" telah menjalin komunikasi dengan Suriah melalui sedikitnya empat saluran. Ini termasuk Tzachi Hanegbi, penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Benjamin Netanyahu; David Barnea, direktur Mossad; Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar; serta koordinasi militer yang sedang berlangsung melalui militer Zionis Israel.
Dilaporkan bahwa Al-Sharaa mengadakan pertemuan rahasia dengan pejabat intelijen tinggi Israel di Uni Emirat Arab awal tahun ini, menandai perubahan dramatis dari penolakan historis Suriah terhadap Zionis "Israel".
Lebih lanjut, sebuah sumber yang dikutip oleh i24NEWS menyebut bahwa pertemuan 13 April di Abu Dhabi dimediasi oleh UEA dan dihadiri oleh perwakilan tertinggi Israel dari Mossad, Dewan Keamanan Nasional, dan intelijen IOF.
Membentuk Ulang Lanskap Politik Palestina
Dalam konteks yang terkait, Bloomberg melaporkan pada bulan Mei bahwa Prancis dan Arab Saudi telah mengusulkan rencana untuk melucuti senjata Hamas, membongkar sayap militernya, dan mengubahnya menjadi entitas politik murni. Inisiatif ini bertujuan untuk mengintegrasikan Hamas ke dalam Otoritas Palestina yang bersatu sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk membentuk ulang lanskap politik Palestina agar sejalan dengan proyek normalisasi regional.
Selain itu, Arab Saudi bersama beberapa negara Arab lainnya mensyaratkan rekonstruksi Gaza dengan pelucutan senjata kelompok Perlawanan Palestina.[[IT/r]