Laporan: AS Kucurkan $1,5 Miliar untuk Pembangunan Pangkalan Udara dan Gudang Amunisi di Israel
Story Code : 1219748
Israeli troops and tanks deployed near the border with the Gaza Strip
Inisiatif ekstensif ini mencakup pembangunan landasan pacu pangkalan udara, hanggar helikopter, fasilitas penyimpanan amunisi, dan pusat komando, serta pembangunan markas besar untuk unit komando angkatan laut Shayetet 13 militer Zionis Israel, menurut dokumen yang baru dirilis dari Korps Zeni Angkatan Darat AS, sebagaimana dilaporkan oleh Haaretz.
Proyek ini didanai melalui bantuan militer sebagai bagian dari paket bantuan tahunan senilai $3,8 miliar yang ditetapkan pada tahun 2016 di bawah pemerintahan Barack Obama.
Bantuan militer AS juga membiayai peningkatan dukungan untuk helikopter angkut berat CH-53K dan pesawat pengisian bahan bakar KC-46 Pegasus yang baru saja diperoleh Zionis Israel, menurut laporan tersebut.
Pada suatu saat, para kontraktor diberitahu bahwa tender senilai $900 juta akan membiayai fasilitas yang terkait dengan peningkatan armada pesawat tempur F-15IA dan F-35 Zionis Israel.
Meskipun tender secara resmi diberikan kepada perusahaan-perusahaan Amerika, sebagian besar tugas konstruksi dikontrakkan kepada perusahaan-perusahaan Israel. Menurut dokumen dan presentasi dari Korps Angkatan Darat AS, terdapat lebih dari 20 proyek individual yang sedang berlangsung maupun yang dijadwalkan untuk masa mendatang. Banyak yang diduga beroperasi dengan identitas palsu untuk menyembunyikan lokasi pasti mereka.
Proyek-proyek yang sedang berjalan saat ini berjumlah lebih dari $250 juta, dengan proyek-proyek mendatang diperkirakan akan melebihi $1 miliar.
Besarnya pengeluaran Washington di Israel menunjukkan keterlibatan militer yang signifikan dan berkelanjutan, terlepas dari klaim para pejabat AS bahwa bantuan tersebut bermanfaat bagi keamanan bersama.
Lonjakan pengeluaran ini juga berbenturan dengan meningkatnya seruan di AS untuk mengakhiri penjualan senjata ke Israel karena perang yang sedang berlangsung di Gaza, yang telah mengakibatkan kematian lebih dari 57.000 warga Palestina.
Proyek-proyek yang dilaporkan pada hari Senin direncanakan sebelum agresi 12 hari Zionis Israel terhadap Iran baru-baru ini, di mana rezim pendudukan tersebut mengalami pukulan berat di tangan angkatan bersenjata Iran.
Pada tanggal 13 Juni, rezim Zionis Israel melancarkan agresi ilegal terhadap Iran, yang menyebabkan terbunuhnya banyak komandan senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.
Iran membalas dalam waktu kurang dari 24 jam dengan rentetan rudal dan drone, dan kemudian melanjutkannya dengan serangkaian operasi balasan di bawah True Promise III.
Pada hari Selasa, seorang pejabat militer Zionis Israel mengonfirmasi bahwa serangan udara Iran menghantam beberapa lokasi militer Israel di wilayah pendudukan selama perang 12 hari, menandai pengakuan publik pertama bahwa lokasi-lokasi tersebut telah diserang.
Harian Inggris Telegraph juga melaporkan pada hari Sabtu bahwa citra satelit yang dianalisis oleh para peneliti di Oregon State University menunjukkan bahwa rudal Iran menghantam lima fasilitas militer Zionis Israel.
Pada hari Minggu, anggota parlemen Zionis Israel mengunjungi reruntuhan Institut Sains Weizmann yang terkenal dan berafiliasi dengan militer, yang hancur akibat serangan rudal balasan Iran di wilayah pendudukan.
Rezim Zionis Israel yang sedang berjuang terpaksa menerima secara sepihak kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi AS pada 24 Juni.[IT/r]