Panglima Tertinggi: Rudal Iran Memotong Tangan Musuh; Respons yang Lebih Kuat Menanti Setiap Kesalahan Langkah Musuh.
Story Code : 1220767
Major General Abdolrahim Mousavi, chief of staff of the Iranian Armed Forces (L),with the Isl IRGC)’ Aerospace Force’s Commander Brigadier General Majid Mousavi
Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Senin, saat mengunjungi fasilitas dan prajurit Pasukan Kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
“Pedang tajam yang diayunkan oleh Pasukan Kedirgantaraan itulah, melalui pertolongan ilahi, yang berhasil memenggal kepala dan tangan musuh,” kata komandan tersebut.
Serangan udara Zionis Israel yang intens menargetkan Republik Islam antara 13 dan 25 Juni, mendorong negara itu untuk melancarkan serangan balik yang cepat dan kuat.
Balas dendam ini, yang dikenal sebagai Operasi True Promise III, berfokus pada serangan terhadap target-target vital militer, intelijen, dan industri Israel, yang menimbulkan kerusakan signifikan. Iran kemudian menyerang al-Udeid, pangkalan udara Amerika terpenting di Asia Barat, setelah Amerika Serikat memasuki medan pertempuran dengan menyerang situs-situs nuklir Iran.
Komandan tersebut mengatakan bahwa pembalasan Pasukan Dirgantara jauh melampaui serangan balasannya selama perang yang dipaksakan Irak pada tahun 1980-an.
Di bagian lain sambutannya, ia meyakinkan seluruh bangsa bahwa "jika musuh membuat kesalahan lagi, prajurit kami siap sepenuhnya untuk memberikan respons yang lebih kuat dan akan disesali."
Siap tembak: Komandan Pasukan Dirgantara.
Mendampingi pejabat tersebut, Komandan Pasukan Dirgantara, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, mengeluarkan laporan tentang True Promise III. Dokumen tersebut merinci pencapaian operasi bagi bangsa Iran dan tingkat koordinasi yang diamati antara pasukan dan sektor militer penting lainnya selama pembalasan.
“Berkat rahmat Tuhan dan sejalan dengan arahan yang telah dikeluarkan yang mengamanatkan ‘menjaga jari di pelatuk,’ kami masih siap menghadapi segala kesalahan perhitungan dan potensi tindakan petualangan dari pihak musuh.”[IT/r]