Pezeshkian: Rezim Israel Berusaha Melemahkan Dunia Islam
Story Code : 1220814
Dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Federal Pakistan Mohsin Naqvi pada hari Senin (14/7), Presiden Pezeshkian menekankan bahwa para politisi dan pembuat keputusan di seluruh dunia Islam harus menyadari strategi jahat rezim Zionis ini dan melawannya dengan memperkuat persatuan dan solidaritas di antara negara-negara Muslim.
Menegaskan kembali bahwa rezim Zionis bertujuan untuk melemahkan dan memecah belah komunitas Muslim, Presiden menekankan bahwa para pemimpin dan pembuat kebijakan di dunia Islam harus tetap waspada terhadap strategi jahat ini dan berupaya menetralisirnya dengan memperdalam kohesi dan solidaritas di antara negara-negara Islam.
Merujuk pada situasi kritis di dunia Islam, beliau menggambarkan persatuan dan sinergi antarnegara Islam sebagai kebutuhan yang tak terbantahkan. Beliau menambahkan bahwa jika pemerintah dan negara-negara Muslim sepenuhnya memahami pentingnya persatuan Islam, mereka dapat berdiri sebagai front persatuan melawan rezim Zionis, yang bertahan hidup dengan menebar perpecahan dan melakukan kekejaman di masyarakat Islam.
Di bagian lain dalam sambutannya, Pezeshkian menyatakan kepuasannya terhadap tingkat hubungan bilateral antara Iran dan Pakistan saat ini, menyoroti pentingnya pertukaran diplomatik dan dialog konstruktif untuk memperdalam dan memperluas kerja sama komprehensif antara kedua negara.
Pezeshkian juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan tulus Pakistan selama perang yang dipaksakan Israel terhadap Iran, dengan menyatakan bahwa kedua negara memiliki potensi besar untuk memperluas kerja sama, dan mengatakan bahwa Teheran sepenuhnya siap untuk mengaktifkan kapasitas ini guna meningkatkan hubungan bilateral dan melaksanakan keterlibatan bersama.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Pakistan menyampaikan salam dan rasa hormat dari Perdana Menteri negaranya, Shehbaz Sharif, kepada Presiden Pezeshkian dan mengucapkan selamat kepada bangsa Iran atas kemenangannya melawan agresi rezim Zionis.
“Kami yakin bahwa kepemimpinan bijaksana Ayatollah Khamenei dan manajemen strategis Yang Mulia memainkan peran penting dalam perlawanan yang membanggakan ini, sebuah pencapaian yang menjadi sumber kebanggaan bagi Umat Islam,” ujar Naqvi.
Ia juga mengenang kecaman Islamabad yang cepat dan tegas terhadap agresi rezim Zionis, dengan menyatakan bahwa Pakistan adalah salah satu negara pertama yang mengecam agresi rezim tersebut dan menegaskan hak sah Iran untuk membela diri.
Ia kemudian menggambarkan hubungan Iran-Pakistan sebagai hubungan yang unik dan terus berkembang, menekankan bahwa para duta besar kedua negara bekerja keras untuk memperdalam hubungan bilateral dan memperkuat kerja sama di berbagai bidang. [IT/G]