0
Wednesday 16 July 2025 - 06:13

Trump akan Umumkan Rencana Persenjataan Ukraina yang "Agresif"

Story Code : 1221041
Trump akan Umumkan Rencana Persenjataan Ukraina yang "Agresif"
Mengirimkan persenjataan ofensif akan menjadi perubahan besar bagi Trump, yang hingga baru-baru ini bersusah payah mengatakan bahwa ia hanya akan menyediakan persenjataan defensif untuk menghindari eskalasi konflik.

Para pejabat AS, Ukraina, dan Eropa berharap persenjataan tersebut akan mengubah arah perang dan perhitungan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait gencatan senjata.

Menurut sebuah sumber, diyakini bahwa rencana tersebut kemungkinan akan mencakup rudal jarak jauh yang dapat mencapai target jauh di dalam wilayah Rusia, termasuk Moskow. 

"Trump benar-benar marah kepada Putin. Pengumumannya besok akan sangat agresif," ujar Senator Lindsey Graham (R-S.C.) kepada Axios. 

Gedung Putih sejauh ini tidak menanggapi permintaan komentar.

Skema ini diusulkan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky selama KTT NATO dua minggu lalu.

Para pejabat AS dan Ukraina mengatakan pertemuan antara Trump dan Zelensky di KTT tersebut adalah yang terbaik sejauh ini.

"Zelensky datang seperti manusia biasa, tidak gila, dan berpakaian seperti seseorang yang seharusnya berada di NATO. Dia ditemani sekelompok orang yang juga tampak tidak gila. Jadi, mereka berbincang dengan baik," kata seorang pejabat AS.
Zelensky mengenakan setelan jas di KTT tersebut untuk pertama kalinya sejak 2022.

Trump semakin frustrasi selama dua minggu terakhir atas keengganan Putin untuk bergerak menuju gencatan senjata dan meningkatnya serangan Rusia terhadap Kyiv dan kota-kota lain.

Satu hal yang meyakinkan Trump untuk menempuh jalur ini adalah panggilan telepon pada 3 Juli di mana Putin menjelaskan bahwa ia berencana untuk meningkatkan eskalasi perang.

Putin mengindikasikan bahwa selama 60 hari ke depan ia akan kembali mengincar wilayah hingga ke garis administratif wilayah Ukraina di mana Rusia memiliki pijakan yang signifikan.

"Dia ingin mengambil semuanya," kata Trump kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron tak lama setelah panggilan teleponnya dengan Putin, menurut sebuah sumber. 

Pada hari-hari berikutnya, rencana persenjataan tersebut berubah dari sekadar ide menjadi sesuatu yang lebih konkret.

Trump mengatakan kepada wartawan pada Minggu malam bahwa senjata yang akan ia kirim ke Ukraina melalui negara-negara Eropa akan mencakup "berbagai (peralatan) militer yang sangat canggih," termasuk baterai pertahanan udara Patriot.

Trump mengatakan negara-negara Eropa "akan membayar kami 100% untuk senjata-senjata itu. Ini akan menjadi bisnis bagi kami."

Ia menambahkan bahwa ia "sangat kecewa" terhadap Putin karena mengatakan ia menginginkan perdamaian dan kemudian meningkatkan serangannya terhadap Ukraina.[IT/AR]
Comment