0
Thursday 17 July 2025 - 06:33
Gejolak Suriah:

Syekh al-Hijri Mengimbau AS dan 'Israel' untuk Menghentikan 'Genosida' di Sweida

Story Code : 1221209
Syrian Government forces
Syrian Government forces
Pemimpin spiritual Druze, Syekh Hikmat al-Hijri, mengeluarkan seruan mendesak pada hari Rabu (16/7) kepada Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dan Raja Yordania Abdullah II, menyerukan intervensi internasional segera untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai 'kampanye genosida' di kota Sweida.

"Rakyat kami dibantai dengan darah dingin, dan pembunuhnya tidak membedakan antara anak-anak atau orang tua," demikian pernyataan tersebut.

Ulama terkemuka Druze tersebut mengutuk tindakan keras militer rezim baru Suriah, dengan menyatakan bahwa "topeng rezim yang berkuasa telah jatuh," dan menempatkan tanggung jawab kemanusiaan dan moral penuh pada komunitas internasional atas kegagalan mereka untuk bertindak.

Pernyataan tersebut juga mendesak otoritas dan komunitas agama Sunni untuk "mengambil sikap yang tegas terhadap apa yang terjadi pada saudara-saudara mereka di Suriah," dan memperingatkan, "Kita tidak bisa lagi hidup di bawah rezim yang hanya memerintah dengan besi dan api."

Mantan pemimpin Partai Sosialis Progresif, Walid Jumblatt, pada hari Selasa mendesak pemimpin spiritual Druze, Sheikh Hikmat al-Hijri, untuk mengambil "sikap historis" dan mengungkapkan identitas orang-orang yang menekannya, dengan alasan bahwa sudah waktunya untuk mengakhiri posisi yang bimbang.

Jumblatt juga mengakui keterlibatan positif dari apa yang ia sebut sebagai "faksi-faksi Arab nasional" di Sweida, meskipun terdapat beberapa pelanggaran. Ia menganjurkan proses rekonsiliasi penuh dengan suku-suku Badui, termasuk penyerahan senjata dan integrasi ke dalam penyelesaian nasional yang lebih luas.

"Kami mendukung solusi politik, pelucutan senjata di Sweida, dan rekonsiliasi dengan Badui di bawah otoritas negara," tegasnya.

Laporan penjarahan, penggerebekan, dan eksekusi singkat
Sumber-sumber lokal di Sweida melaporkan gelombang kekerasan brutal yang terjadi di bawah pemadaman media yang hampir total. Warga mengatakan kelompok bersenjata telah menyerbu rumah-rumah, menjarah properti pribadi, dan mengeksekusi warga sipil di tempat.

Saksi mata menggambarkan pemandangan yang mengerikan: eksekusi di lapangan terhadap individu-individu yang menolak menyerahkan kunci mobil atau barang berharga, dengan mayat-mayat yang ditinggalkan di jalanan. Intensitas pertempuran telah mencegah keluarga-keluarga untuk mengambil atau menguburkan jenazah mereka dan menghalangi layanan pertolongan untuk menjangkau korban luka.

Menurut sumber-sumber medis, ruang gawat darurat di kota itu kewalahan menampung banyak warga sipil yang terluka, termasuk perempuan dan anak-anak, banyak di antaranya berada dalam kondisi kritis. Tembakan membabi buta dan penembakan di daerah permukiman telah menghancurkan lingkungan-lingkungan, tanpa ada zona aman yang tersisa.

Krisis kemanusiaan memburuk di tengah pemadaman listrik
Sweida kini mengalami pemadaman listrik total, yang memperparah parahnya krisis kemanusiaan. Pemadaman listrik telah melumpuhkan operasi penyelamatan, mengganggu aliran makanan dan pasokan medis, serta memutus komunikasi.

Para tenaga kesehatan dan relawan setempat telah menyampaikan permohonan putus asa untuk bantuan internasional karena situasi terus memburuk setiap jamnya.

Meskipun ada seruan untuk gencatan senjata awal pekan ini, kekerasan telah meningkat secara dramatis, tanpa indikasi intervensi dari kekuatan eksternal. Pesawat-pesawat tempur Israel dilaporkan terlihat terbang di atas wilayah tersebut, dan serangan udara telah dikonfirmasi baru-baru ini.[IT/r]
Comment