0
Thursday 17 July 2025 - 06:46
Yaman - Zionis Israel:

Pelabuhan Eilat Ditutup Akibat Utang dan Blokade Laut Merah

Story Code : 1221210
Eilat Port shut down due to debts, Red Sea blockade
Eilat Port shut down due to debts, Red Sea blockade
Media ekonomi Zionis Israel, The Marker, melaporkan bahwa pelabuhan Eilat akan sepenuhnya berhenti beroperasi mulai Minggu depan setelah pemerintah kota membekukan rekening banknya akibat akumulasi utang jutaan shekel.

Perkembangan ini terjadi di tengah pelabuhan yang hampir lumpuh total sejak November 2023, ketika Yaman memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang menuju Zionis "Israel", yang menyebabkan penurunan tajam pendapatan dan runtuhnya aktivitas komersial di fasilitas tersebut.

Pemerintah Kota Eilat mengumumkan bahwa mereka telah membekukan rekening bank pelabuhan karena akumulasi utang yang sangat besar, dan menurut media ekonomi Israel, The Marker, semua operasi akan berhenti total mulai Minggu (20/7), menandakan penutupan ekonomi total pelabuhan.

Krisis di Pelabuhan Eilat bermula ketika pasukan Yaman memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang menuju "Israel", yang mendorong perusahaan pelayaran internasional untuk menghindari rute Laut Merah. Hal ini mengakibatkan operasional pelabuhan hampir terhenti dan mengakibatkan penurunan pendapatan.

Pemerintah Kota Eilat menyatakan bahwa utang pelabuhan telah melebihi kapasitas pembayarannya, sehingga memaksa pemerintah kota untuk mengambil tindakan hukum dengan membekukan rekeningnya setelah berbulan-bulan mengalami penurunan aktivitas komersial dan pelabuhan gagal membayar iuran kota. Pelabuhan Eilat merupakan salah satu pelabuhan terpenting di Laut Merah bagi Israel.

Sebelumnya, surat kabar bisnis Israel, The Marker, mengungkapkan bahwa pendapatan Pelabuhan Eilat telah anjlok hingga 80% pada tahun 2024 setelah kapal-kapal berhenti berlabuh di sana akibat blokade maritim Yaman di Laut Merah, yang diberlakukan untuk mendukung Jalur Gaza.

Yaman tetap teguh pada blokade lautnya
Pada hari Selasa (15/7), Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, mengonfirmasi bahwa pasukan mereka telah berhasil menargetkan situs militer penting Israel di wilayah Naqab yang diduduki menggunakan serangan pesawat tak berawak.

Brigadir Jenderal Yahya Saree menekankan dalam pernyataannya pada 15 Juli bahwa operasi ini merupakan kelanjutan dari dukungan Yaman untuk Gaza di tengah perang Israel, dan menegaskan bahwa aksi militer akan terus berlanjut tanpa henti hingga agresi berakhir dan pengepungan terhadap warga Palestina sepenuhnya dicabut.

"Operasi ini terus berlanjut sebagai bagian dari kewajiban agama, moral, dan kemanusiaan kami terhadap rakyat Gaza yang tertindas," tegas Saree.

Angkatan bersenjata Yaman telah menegaskan kembali bahwa operasi Laut Merah mereka secara eksklusif menargetkan kapal-kapal yang terhubung dengan rezim Israel atau yang berpartisipasi dalam agresi terhadap Gaza, dengan serangan baru-baru ini mengenai kapal ETERNITY C yang sedang menuju Eilat dan mencegat kapal-kapal Magic Seas di perairan Laut Merah.

Angkatan Bersenjata Yaman merilis rekaman video pada hari Rabu yang mengonfirmasi keberhasilan penargetan dan penenggelaman ETERNITY C, sebuah kapal komersial yang menuju pelabuhan Umm al-Rashrash (Eilat) yang diduduki, pada 9 Juli 2025.

Video tersebut, yang dibagikan oleh media resmi militer Yaman, mendokumentasikan beberapa komunikasi yang dilakukan oleh Angkatan Laut Yaman kepada awak ETERNITY C.[IT/r]
Comment