0
Thursday 17 July 2025 - 08:15

Ayatullah Khamenei: Iran Siap Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Story Code : 1221228
Ayatullah Khamenei: Iran Siap Jika AS dan Israel Kembali Menyerang
Islam Times.com' target='_blank'>Islam Times -  Iran sepenuhnya siap mengambil langkah-langkah diplomatik dan militer yang tepat jika AS dan Israel memutuskan untuk kembali berperang dengan Republik Islam, tegas pemimpin tinggi revolusi Islam Iran.

Ayatollah Sayyid Ali Khamenei menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan para pejabat kehakiman pada Rabu, kurang dari sebulan setelah perang yang dipaksakan Israel. AS juga terlibat langsung dalam perang tersebut dengan melancarkan serangan terhadap situs-situs nuklir Iran, yang direspon Iran dengan menyerang pangkalan militer penting Amerika, Al Udeid di Qatar.

Beliau menganalisis pencapaian luar biasa bangsa Iran dalam perang tersebut sembari menyorot kegagalan perhitungan dan skema para agresor. Merujuk pada persatuan rakyat Iran di berbagai spektrum politik dan ideologi dalam membela Iran, beliau menekankan, “Menjaga persatuan nasional ini merupakan tanggung jawab semua pihak.”

Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa aksi besar rakyat dalam perang 12 hari bermula dari tekad dan kepercayaan diri nasional untuk menghadapi kekuatan seperti Amerika dan rezim Zionis. Baik kawan maupun lawan harus menyadari bahwa bangsa Iran tidak akan pernah memasuki arena mana pun sebagai pihak yang lebih lemah.

Beliau melanjutkan, “Kita memiliki semua perangkat yang diperlukan — baik penalaran maupun kemampuan militer. Oleh karena itu, baik di bidang diplomasi maupun di medan perang, kapan pun kita melangkah, dengan rahmat Allah, kita akan masuk dengan penuh kekuatan.”

Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa meski Iran menganggap rezim Zionis sebagai kanker dan AS sebagai penjahat karena mendukungnya, Iran tidak menginginkan perang. Tapi jika musuh menyerang, respons Iran akan "tegas dan menghancurkan".

"Jika rezim Zionis tidak bertekuk lutut, jika ia mampu mempertahankan diri, ia tidak akan meminta bantuan AS. Namun ia menyadari bahwa ia tidak akan mampu melawan Republik Islam," imbuhnya.

Mengenai serangan balasan Iran terhadap agresi Amerika, Ayatullah Khamenei menggambarkannya sebagai "pukulan yang sangat sensitif dan strategis." Beliau mencatat bahwa yang diserang Iran merupakan salah satu pusat paling kritis milik Amerika di kawasan. Jika tidak dilakukan sensor media maka akan jelas betapa beratnya pukulan yang dijatuhkan Iran.

Menyoroti kemunculan fenomena nasional selama perang, Ayatullah Khamenei mengatakan kehadiran rakyat telah menggagalkan rencana musuh. Musuh berasumsi bahwa dengan menargetkan individu-individu dan pusat-pusat kunci tertentu di Iran, mereka akan melemahkan sistem Islam Iran lewat proksi-proksi mereka, mulai dari kaum munafik dan monarki hingga preman untuk menggulingkan sistem. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Allah melucuti topeng dari wajah para agresor dan tujuan tersembunyi mereka terekspos ke publik. Rakyat Iran memberikan dukungan bagi sitem Islam.

Beliau memandang persatuan beragam individu dengan dengan beragam pengaruh, agama dan kecenderungan politik sebagai  "kohesi nasional yang luar biasa," sambil menekankan pentingnya menjaga persatuan mendalam ini.

Pemimpin Revolusi Islam juga menyeru para pejabat untuk melanjutkan tugas dengan penuh semangat. Beliau mengutip ayat Al-Qur'an, "Sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang menolong-Nya," beliau menegaskan bahwa di bawah sistem Islam dan di bawah panji Al-Qur'an dan Islam, bangsa Iran akan menang.

Di bagian akhir pidatonya, Pemimpin menggarisbawahi perlunya tindakan hukum terkait kejahatan perang yang dilakukan rezim Zionis. "Pengadilan harus menindak kejahatan-kejahatan baru-baru ini dengan serius, cermat, dan penuh kesadaran melalui pengadilan internasional dan domestik, dengan mempertimbangkan semua aspek," tegasnya.[IT/AR]
Comment