0
Saturday 19 July 2025 - 03:16
Gejolak Zionis Israel:

Israel Tangkap Tentara atas Tuduhan Spionase untuk Iran

Story Code : 1221545
Israeli soldiers refueling their tank near the southern city of Sderot.
Israeli soldiers refueling their tank near the southern city of Sderot.
Jaksa militer mendakwa tentara tersebut pada hari Kamis (17/7) atas tuduhan "berhubungan dengan agen asing dan memberikan informasi kepada musuh" dengan imbalan uang, menurut laporan media Zionis Israel.

Menurut laporan, informasi yang diduga dibagikan oleh tentara tersebut tidak tergolong sensitif atau terkait langsung dengan keamanan.

Informasi tersebut dilaporkan mencakup video aktivitas pencegat rudal dan foto-foto lokasi serangan rudal dan lokasi dampak di seluruh wilayah pendudukan selama agresi Israel 12 hari bulan lalu terhadap Iran.

Pada saat itu, Zionis Israel melarang publikasi lokasi pasti serangan rudal Iran.

Kepolisian Zionis Israel, badan intelijen Shin Bet, dan Departemen Investigasi Kepolisian melakukan penangkapan tersebut setelah penyelidikan yang dilakukan bersama dengan apa yang disebut "Unit Kejahatan Nasional Lahav 433".

Penangkapan tentara tersebut telah diperpanjang hingga Selasa.

Badan keamanan Iran telah membongkar jaringan yang berafiliasi dengan badan intelijen Zionis Israel, Mossad, di tengah perang yang terus berlanjut yang dipaksakan terhadap Republik Islam tersebut.

Setelah puluhan warga Zionis Israel ditangkap dalam beberapa bulan terakhir karena dicurigai menjadi mata-mata untuk Iran, rezim Zionis Israel pada hari Rabu (16/7) meluncurkan kampanye humas bertajuk "Uang Mudah, Harga Mahal".

Kampanye tersebut, yang akan mencakup iklan di radio, situs web, dan media sosial, bertujuan untuk "meningkatkan kesadaran akan fenomena warga negara Israel yang bekerja sama dengan Iran, menjalankan misi keamanan untuk Iran di dalam Israel," demikian bunyi siaran pers dari kantor pers kabinet Israel pada hari Rabu (16/7).

Dugaan kegiatan spionase yang dilakukan oleh mata-mata Israel "termasuk memotret lokasi militer dan sensitif, memindahkan senjata yang diduga berada di dalam negeri, dan meletakkan dasar bagi rencana pembunuhan", The Times of Israel mengutip pernyataan otoritas rezim.

Selain insentif finansial, beberapa lembaga pengawas mengatakan perpecahan politik yang mencengkeram entitas Zionis Israel mungkin juga mendorong warga Zionis Israel untuk melakukan kegiatan spionase.

Selama setahun terakhir, Shin Bet dan kepolisian Zionis Israel telah "mengungkap lebih dari 25 kasus perekrutan warga Zionis Israel oleh Iran untuk menjalankan berbagai misi, dan lebih dari 35 warga Zionis Israel telah didakwa dengan tuduhan berat", menurut kantor pers.

Rezim Zionis Israel melancarkan tindakan agresi yang terang-terangan dan tanpa provokasi terhadap Iran pada 13 Juni, menewaskan banyak komandan militer berpangkat tinggi dan ilmuwan nuklir, selain warga sipil.

Ketika angkatan bersenjata Iran menggempur Israel beserta infrastruktur militer dan industrinya, menggunakan banyak rudal generasi baru yang tepat mengenai sasaran yang ditentukan, rezim yang terkepung tersebut terpaksa secara sepihak mengumumkan gencatan senjata pada 24 Juni.[IT/r]
Comment