Para Pengunjuk Rasa Berunjuk Rasa di Tunisia, Libya, dan Turki untuk Mengutuk Genosida Israel di Gaza
Story Code : 1223389
Demonstrators gather for a rally outside the Egyptian embassy headquarters in Libya's capital, Tripoli
Protes di Tunisia berlangsung di luar kedutaan besar AS dan Mesir pada hari Sabtu (26/7), dengan para peserta menuntut segera diakhirinya blokade Zionis Israel yang tidak manusiawi di Gaza.
Mereka juga mengatakan bahwa pengepungan Zionis Israel adalah keputusan politik dan harus dijawab dengan tindakan akar rumput.
Di Libya, para demonstran berkumpul di depan kedutaan besar Mesir di Tripoli, menyerukan pembukaan kembali perlintasan perbatasan Rafah dan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada orang-orang di Jalur Gaza.
Di Turki, sebuah protes diadakan di luar konsulat Zionis Israel di Istanbul untuk menentang genosida Israel dan kelaparan warga Palestina di Gaza.
Zionis Israel melancarkan serangan brutalnya ke Gaza pada 7 Oktober 2023, setelah kelompok perlawanan Hamas melancarkan operasi bersejarahnya terhadap entitas pendudukan sebagai balasan atas kekejaman rezim yang semakin intensif terhadap rakyat Palestina.
Rezim Tel Aviv sejauh ini gagal mencapai tujuan yang dideklarasikannya untuk melenyapkan Hamas dan membebaskan semua tawanan di Gaza, meskipun telah menewaskan 59.733 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai 144.477 lainnya.
Kelaparan massal juga mencengkeram Gaza karena blokade total Israel atas wilayah tersebut yang mencegah masuknya semua pasokan penting.
PBB dan organisasi-organisasi kemanusiaan mengatakan Zionis Israel menggunakan makanan sebagai senjata perang yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.[IT/r]