0
Wednesday 30 July 2025 - 03:19
Belanda - Zionis Israel:

Belanda Cekal Menteri Israel Ben Gvir dan Smotrich

Story Code : 1223819
Israeli Finance Minister Bezalel Smotrich and so-called National Security Minister Itamar Ben-Gvir
Israeli Finance Minister Bezalel Smotrich and so-called National Security Minister Itamar Ben-Gvir
Perdana Menteri Belanda Dick Schoof mengancam tindakan lebih lanjut terhadap Zionis 'Israel', menambahkan bahwa "rakyat Gaza harus diberikan akses segera, tanpa hambatan, dan aman terhadap bantuan kemanusiaan," tulisnya pada Senin (28/7) malam.
 
"Jika Uni Eropa memutuskan besok bahwa Zionis Israel tidak mematuhi" "perjanjian yang relevan," tambah Schoof, "Belanda mendukung rencana untuk menangguhkan partisipasi Zionis Israel dalam program penelitian Uni Eropa Horizon.
 
Jika besok di Brussel itu terbukti benar, Belanda juga akan mendesak langkah-langkah Eropa lebih lanjut, misalnya di bidang perdagangan," tulis Schoof.
 
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belanda Kasper Veldkamp mengatakan kepada penyiar NOS bahwa Belanda telah memutuskan untuk mendaftarkan Ben-Gvir dan Smotrich "sebagai orang asing yang tidak diinginkan dalam sistem pendaftaran Schengen," karena "mereka telah berulang kali memicu kekerasan oleh para pemukim terhadap penduduk Palestina, terus-menerus menganjurkan perluasan permukiman ilegal, dan menyerukan pembersihan etnis di Jalur Gaza."
 
Pemerintah Belanda juga mengatakan akan memanggil duta besar Zionis Israel untuk Belanda untuk menyampaikan ketidakpuasan kabinet Belanda dengan "situasi saat ini," yang disebutnya tidak dapat ditoleransi dan tidak dapat dipertahankan.
 
"Selain itu, telah disepakati untuk terus meningkatkan tekanan pada Hamas agar mencapai gencatan senjata," kata Veldkamp.
 
Pada bulan Juni, Belanda mendukung proposal Swedia yang gagal untuk menjatuhkan sanksi Uni Eropa kepada Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.
 
Smotrich menanggapi di X, dengan mengatakan bahwa para pemimpin Eropa telah menyerah pada "kebohongan Islam radikal yang sedang mengambil alih" dan "meningkatnya antisemitisme".
 
Ben-Gvir mengatakan ia akan terus bertindak untuk Zionis Israel, bahkan jika ia dilarang memasuki “seluruh Eropa”.[IT/r]
 
Comment