
AS & Zionis Israel - Palestina:
Utusan AS akan menuju Gaza setelah bertemu Netanyahu
1 Aug 2025 13:58
IslamTimes - Gedung Putih mengonfirmasi bahwa utusan Steve Witkoff dan Duta Besar Mike Huckabee akan mengunjungi Gaza untuk meninjau kegagalan pengiriman bantuan yang didukung AS, yang memicu reaksi keras.
Gedung Putih mengumumkan pada hari Kamis bahwa Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan Duta Besar untuk pendudukan Zionis Israel Mike Huckabee akan mengunjungi Jalur Gaza pada hari Jumat (1/8) untuk memeriksa pusat-pusat distribusi makanan yang ada dan menyelesaikan rencana untuk meningkatkan pengiriman bantuan kemanusiaan.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa kedua pejabat tersebut juga akan "bertemu dengan warga Gaza setempat untuk mendengar langsung situasi mengerikan ini di lapangan." Ia menambahkan bahwa Witkoff dan Huckabee akan memberikan pengarahan kepada Presiden Donald Trump tentang temuan mereka dan mempresentasikan rencana final untuk memperluas bantuan ke wilayah yang terkepung tersebut.
Sebelumnya pada hari itu, kedua pejabat AS tersebut mengadakan "pertemuan yang sangat produktif" dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat pendudukan lainnya untuk membahas pengiriman "makanan dan bantuan yang sangat dibutuhkan ke Gaza," Leavitt mengonfirmasi.
Hamas mengecam kunjungan tersebut sebagai propaganda untuk menutupi kejahatan
Kelompok Perlawanan Palestina, Hamas, mengkritik rencana kunjungan tersebut, menyebutnya sebagai propaganda dangkal yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari keterlibatan AS dalam bencana kemanusiaan di Gaza.
Izzat al-Risheq, anggota biro politik Hamas, mengatakan kunjungan Witkoff adalah "aksi propaganda" yang bertujuan "meredam kemarahan yang meningkat atas kemitraan AS-Israel dalam membuat penduduk Gaza kelaparan."
"Witkoff hanya melihat apa yang diinginkan pendudukan dari Gaza," tambah al-Risheq, menekankan bahwa utusan AS tersebut "memandang tragedi yang sedang berlangsung melalui mata Zionis Israel yang terdistorsi."
Ia menekankan bahwa Witkoff "tidak akan menyaksikan cara kerja guillotine kelaparan yang dikenal sebagai Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), yang menjadi panggung bagi mesin pembunuh Zionis Israel."
Al-Risheq mengecam keterlambatan Gedung Putih dalam mengakui kondisi kelaparan di Gaza, dengan menyatakan bahwa kegagalannya untuk meminta pertanggungjawaban Zionis Israel sama saja dengan "membebaskan pelaku dan memberikan perlindungan politik untuk salah satu kejahatan paling serius dalam sejarah modern."
AS di bawah tekanan di tengah meningkatnya kelaparan di Gaza
Kunjungan ini dilakukan di tengah situasi kemanusiaan di Gaza yang memburuk dengan cepat, dengan pengiriman bantuan pangan jauh di bawah tingkat minimum. Menurut organisasi-organisasi bantuan, setidaknya 91 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 600 orang terluka dalam 24 jam terakhir saja selama distribusi bantuan yang kacau, termasuk desak-desakan yang mematikan dan tembakan Israel terhadap antrean warga Palestina yang kelaparan.
Sementara itu, Trump, yang menyebut krisis Gaza "mengerikan," telah berjanji untuk meningkatkan pengiriman bantuan kemanusiaan sambil mempertahankan dukungan tanpa syarat untuk Zionis "Israel".[IT/r]
Story Code: 1224315