0
Sunday 3 August 2025 - 04:09
Eropa dan Gejolak Palestina:

Presiden Finlandia Menyatakan Siap Mengakui Negara Palestina

Story Code : 1224690
Demonstrators march with Palestinian flags ahead of the 76th anniversary of the Nakba, in the town of Shefa-Amr
Demonstrators march with Palestinian flags ahead of the 76th anniversary of the Nakba, in the town of Shefa-Amr
“Keputusan Prancis, Inggris, dan Kanada memperkuat tren pengakuan Palestina sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali proses perdamaian,” tulis Stubb di akun Twitter-nya.
 
Ia menambahkan, “Jika saya menerima proposal pengakuan negara Palestina, saya siap menyetujuinya.”
 
Sebelumnya, Stubb mengatakan kepada kantor berita Finlandia, STT, bahwa pengakuan Palestina telah mencapai titik di mana Finlandia harus membuat pilihan. “Kami telah membahas masalah sulit ini sejak awal Oktober 2023. Sekarang saya sendiri melihat bahwa situasi telah berkembang ke titik di mana Finlandia harus membuat pilihan,” ujarnya.
 
Stubb menyatakan optimismenya mengenai potensi pengakuan Finlandia atas Palestina, menekankan bahwa tindakan tersebut akan memiliki makna yang lebih besar jika menjadi bagian dari inisiatif internasional yang lebih luas.
 
Ia menggarisbawahi bahwa pengakuan tersebut harus diarahkan untuk memfasilitasi proses perdamaian dan usulan solusi dua negara.
 
Presiden juga mengutuk kekejaman yang dilakukan Israel di Gaza, dengan mengatakan bahwa hukuman kolektif dan penderitaan warga sipil "tidak dapat diterima."
 
Rencana Portugal untuk mengakui Palestina dipuji
Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada hari Jumat (1/8) memuji keputusan Portugal untuk memulai proses pengakuan negara Palestina pada bulan September ini, dan menggambarkannya sebagai langkah signifikan menuju solusi dua negara.
 
"Ini adalah keputusan positif dan berani dari Portugal, yang memperkuat jalan menuju perdamaian dan mencerminkan konsensus yang berkembang di komunitas internasional," kata Abbas dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi WAFA.
 
Ia menyerukan kepada negara-negara yang belum mengakui negara Palestina "untuk mengambil langkah serius serupa dalam mendukung perdamaian."
 
Banyak negara, termasuk Prancis dan Kanada, telah berjanji akan mengakui negara Palestina pada Sidang Umum PBB ke-80 pada bulan September.
 
Dari 193 negara anggota PBB, 148 negara saat ini mengakui Palestina, yang pertama kali dideklarasikan oleh para pemimpin Palestina di pengasingan pada tahun 1988.
 
Pada hari Senin, organisasi hak asasi manusia Zionis Israel, B’Tselem, dan Physicians for Human Rights-Israel, menuduh Zionis Israel melakukan genosida di Gaza, merujuk pada penghancuran sistematis masyarakat Palestina dan pembongkaran infrastruktur layanan kesehatan di wilayah tersebut secara sengaja.
 
Setidaknya 60.332 warga Palestina telah tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan 148.870 orang lainnya terluka dalam serangan brutal Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.[IT/r]
 
Comment