Mantan Pejabat Shin Bet: Hamas Tidak Akan Pernah Menyerah, Bahkan Setelah 100 Tahun
Story Code : 1224724
Al-Qassam Brigades fighters among the crowds during the handover of Israeli captives in the Gaza Strip
Seorang mantan pejabat senior di Shin Bet, Ilan Segev, telah menegaskan bahwa perlawanan Palestina di Gaza tidak akan meletakkan senjatanya, menekankan perlunya berhenti menjual ilusi kepada publik Zionis Israel mengenai potensi penyerahan diri di pihak Palestina.
Segev: Berhenti menjual ilusi kepada publik Zionis Israel
Berbicara dalam sebuah wawancara dengan saluran Israel Kan 11, Segev menyatakan bahwa "Hamas tidak akan meninggalkan senjatanya dan tidak akan mengibarkan bendera putih, bahkan setelah 100 tahun."
Ia memperingatkan bahwa bahkan jika hanya "tiga anggota Hamas yang tersisa, mereka akan membentuk sel dan melancarkan serangan."
Segev mengkritik wacana seputar perlucutan senjata Hamas, dengan mendesak, "Mari kita berhenti menjual omong kosong dan ilusi kepada publik."
Komentarnya mencerminkan meningkatnya skeptisisme di kalangan Israel tentang kemungkinan membubarkan perlawanan Palestina.
Segev juga membahas kemungkinan gencatan senjata di Gaza, dengan menyatakan bahwa waktunya telah tiba untuk "segalanya" dengan imbalan pembebasan semua tawanan Zionis Israel yang ditahan oleh faksi-faksi Palestina.
Tawanan Israel kelaparan di Gaza
Krisis kemanusiaan yang meningkat di Gaza telah berdampak parah tidak hanya pada penduduknya tetapi juga tawanan Zionis Israel yang ditahan oleh faksi-faksi perlawanan Palestina.
Brigade Al-Qassam baru-baru ini merilis sebuah video yang menunjukkan seorang tawanan dalam kondisi yang tampak kurus kering, menggarisbawahi kondisi kelaparan yang parah dan dampak dari pengepungan yang sedang berlangsung. Tawanan tersebut diidentifikasi oleh media Zionis Israel sebagai Evyatar David.
Demikian pula, Jihad Islam Palestina membagikan pesan terakhir dari tawanan Rom Barslavski, di mana ia menggambarkan kesehatan yang memburuk dan kelaparan yang meluas di antara para tawanan.
Pesan tersebut, yang diyakini sebagai pesan terakhirnya sebelum kehilangan kontak, menggambarkan gambaran suram tentang bertahan hidup di tengah blokade total dan agresi yang semakin intensif.
Tekad Hamas meskipun mengalami kerugian besar
Meskipun operasi militer sedang berlangsung, Hamas tetap berkomitmen pada perjuangan bersenjatanya.
Pernyataan Segev menggarisbawahi ketahanan kelompok tersebut dan komitmen jangka panjang untuk melawan pendudukan.
Sementara itu, pasukan perlawanan Palestina terus melancarkan operasi dan penyergapan terhadap tentara pendudukan di berbagai front di Jalur Gaza, menimbulkan korban jiwa dan menghambat kemajuan serangannya.
#سرايا_القدس تعرض مشاهد من استهداف مجاهديها مقر قيادة وسيطرة لـ "جيش" الاحتلال بتوجيه صاروخ من نوع (107) شمال مدينة خانيونس.#الميادين pic.twitter.com/90QPZIKEkw — قناة الميادين (@AlMayadeenNews) 2 Agustus 2025 [IT/r]