0
Wednesday 6 August 2025 - 02:35
Iran - AS:

Iran Mengatakan Tidak Dapat Mempercayai AS setelah Serangan terhadap Fasilitas Nuklir Damai

Story Code : 1225249
Iranian Foreign Ministry spokesman Esmaeil Baghaei
Iranian Foreign Ministry spokesman Esmaeil Baghaei
Berbicara kepada Press TV, Baghaei mengatakan Washington berkolusi dengan Israel untuk melanggar kedaulatan Iran dan menyabotase upaya diplomatik yang sedang berlangsung selama perang agresi 12 hari rezim pendudukan terhadap Iran.
 
Zionis Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 13 Juni, menewaskan banyak komandan militer berpangkat tinggi, ilmuwan nuklir, dan warga sipil biasa.
 
Lebih dari seminggu kemudian, Amerika Serikat juga memasuki perang dengan mengebom tiga fasilitas nuklir Iran.
 
Perang itu terjadi di tengah perundingan tidak langsung antara Tehran dan Washington mengenai program nuklir Tehran.
 
“Tidak ada rencana untuk negosiasi apa pun dengan AS, tetapi kami selalu menegaskan bahwa Iran tidak pernah meninggalkan meja perundingan,” kata Baghaei.
 
Ia menegaskan bahwa “Jika kita sampai pada kesimpulan bahwa melalui negosiasi kita dapat menyelesaikan suatu masalah atau kita dapat menjaga kepentingan nasional kita, kita tidak akan ragu untuk melakukannya.”
 
Baghaei menambahkan bahwa negosiasi haruslah bertujuan dan berorientasi pada solusi serta tidak boleh merampas hak-hak Iran yang tidak dapat dicabut berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
 
Iran dan Amerika Serikat telah mengadakan lima putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir damai Teheran sebelum dimulainya tindakan agresi Israel.
 
Dimediasi oleh Oman, putaran perundingan ke-6 direncanakan akan diadakan di ibu kota Oman, Muscat, pada tanggal 15 Juni, tetapi dibatalkan karena serangan anti-Iran.[IT/r]
 
 
 
Comment