0
Thursday 7 August 2025 - 13:38
Gejolak Zionis Israel:

Militer Israel: Hampir 80.000 Tentara Telah Direhabilitasi Sejak Dimulainya Perang di Gaza

Story Code : 1225526
Israeli soldiers injured
Israeli soldiers injured
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan pada hari Rabu (6/8), departemen tersebut menyatakan bahwa mereka mengalokasikan sekitar $1,2 miliar, lebih dari separuh anggaran tahunannya, untuk menyediakan layanan medis bagi para tentara yang terluka.

Departemen tersebut juga menyediakan perawatan bagi ribuan tentara yang menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD) atau penyakit mental lainnya yang disebabkan oleh trauma selama perang genosida Israel di Gaza.

Setidaknya 33% dari 26.000 tentara dengan masalah kesehatan mental menderita PTSD, kata departemen tersebut.

Departemen tersebut juga memperingatkan bahwa jumlah tentara yang terluka, ditambah dengan meningkatnya gelombang bunuh diri, merupakan "tantangan nasional besar" bagi Zionis Israel.

Pernyataan tersebut muncul menyusul protes para mantan tentara Zionis Israel di luar markas departemen rehabilitasi di dekat Tel Aviv, yang menuntut perawatan yang lebih baik dan peringatan akan meningkatnya risiko bunuh diri di kalangan tentara cadangan.

Laporan media Zionis Israel menyebutkan setidaknya 16 tentara telah bunuh diri sejak awal tahun ini.

Investigasi militer Israel baru-baru ini menemukan peningkatan kasus bunuh diri di kalangan tentaranya.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar kasus bunuh diri bermula dari paparan pertempuran yang berkepanjangan, pengalaman traumatis di medan perang, dan beban psikologis akibat kehilangan rekan.

Meskipun tentara Zionis Israel berupaya menyensor laporan bunuh diri dan keadaan di sekitarnya, bukti terus muncul mengenai peningkatan tajam kasus-kasus tersebut. Media massa telah menyatakan bahwa jumlah sebenarnya kasus bunuh diri mungkin bahkan lebih tinggi daripada yang dilaporkan.

Tentara Israel dilaporkan telah menguburkan beberapa tentara ini tanpa pemakaman militer atau pengumuman publik, dalam upaya putus asa untuk menyembunyikan tingkat keparahan krisis.

Dalam beberapa bulan terakhir, kekurangan tenaga kerja yang semakin meningkat telah mendorong tentara Israel untuk memanggil kembali tentara yang didiagnosis menderita PTSD.

Israel telah menghadapi kemarahan yang semakin besar atas perang genosida di Gaza, tempat lebih dari 61.000 orang telah terbunuh sejak Oktober 2023. Perang tersebut telah menghancurkan wilayah Palestina yang terkepung dan membawanya ke ambang kelaparan.

Sayap militer gerakan perlawanan Hamas, Brigade Qassam, baru-baru ini memperingatkan bahwa jika Israel memilih untuk melanjutkan "perang pemusnahan", mereka akan menyaksikan semakin banyak pemakaman bagi para prajurit dan perwira militernya.[IT/r]
Comment