‘Dengan atau Tanpa Rusia, Iran Akan Memblokir Koridor Amerika di Kaukasus’
Story Code : 1226104
Ali Akbar Velayati, who serves as a senior advisor to Leader of the Islamic Revolution Ayatollah Seyyed Ali Khamenei
Ali Akbar Velayati, yang menjabat sebagai penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, mengatakan pada hari Sabtu (9/8) bahwa Iran akan memblokir pembentukan apa yang disebut koridor Zangezur, yang berupaya menghubungkan Azerbaijan dengan daerah kantongnya di Nakhchivan melalui wilayah Armenia.
“Keamanan di Kaukasus Selatan dipertaruhkan dengan pelaksanaan rencana ini ... dan Iran telah menekankan bahwa dengan atau tanpa Rusia, Iran akan bergerak untuk (menjaga) stabilitas di Kaukasus Selatan,” kata Velayati kepada kantor berita Tasnim.
Dia mengatakan bahwa Iran percaya bahwa Rusia secara strategis menentang rencana untuk membangun koridor yang dikontrol AS di Armenia.
Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani antara Azerbaijan dan Armenia di Washington pada hari Jumat (8/8), Armenia memberikan hak eksklusif kepada AS untuk mengembangkan koridor di provinsi selatan Syunik, yang berbatasan dengan Iran, untuk menghubungkan Azerbaijan dengan Nakhchivan.
Iran telah lama menentang gagasan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu akan mengubah tatanan geopolitik Kaukasus Selatan dan akan membatasi kemampuan Iran untuk menggunakan jaringan transportasi di kawasan tersebut.
Velayati mengatakan bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang koridor transportasi sebagai cara untuk membangun perdamaian di kawasan itu "tidak berarti".
Pejabat tersebut, yang menjabat sebagai menteri luar negeri Iran dari tahun 1981 hingga 1997, mengatakan bahwa proyek tersebut akan menyebabkan disintegrasi Armenia dan ditentang oleh rakyat di negara itu.
Ia mengatakan koridor tersebut juga akan menyebabkan peningkatan kehadiran AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di kawasan tersebut. "Kami tidak akan membiarkan NATO mendekati perbatasan utara Iran," katanya.[IT/r]