Pejabat Nuklir Iran: Tidak Menyerah pada Tekanan; Siap Hingga Ancaman Berakhir
Story Code : 1226643
Mohammad Eslami, head of the Atomic Energy Organization of Iran (AEOI)
Mohammad Eslami, kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), menyampaikan pernyataan tersebut pada sebuah upacara yang diadakan di Tehran pada hari Selasa (12/8) untuk memperingati Hari Jurnalis Nasional.
"Namun bangsa Iran bukanlah bangsa yang akan menyerah pada intimidasi," ujarnya. Bangsa ini akan tetap tangguh, catat pejabat tersebut, terlepas dari upaya Barat dan sekutunya dalam menerapkan standar ganda yang bertujuan mencegah negara tersebut mengeksplorasi bidang energi nuklir damai.
"Standar ganda dan upaya untuk menghalangi masuknya Iran ke bidang ilmiah maju merupakan [ciri khas] sistem hegemonik yang menghabiskan banyak uang untuk merampas teknologi nuklir dan teknologi modern lainnya dari negara kita," kata Eslami.
Ia merujuk pada upaya dan sumber daya yang dihabiskan oleh musuh-musuh negara tersebut untuk menodai program nuklirnya atau menargetkannya dengan sabotase.
Pendekatan ini, tambah pejabat tersebut, merupakan cerminan yang jelas dari sifat sejati kekuatan hegemonik yang juga terlihat jelas dalam kejahatan mereka terhadap Palestina.
“Dengan melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, mereka telah membuktikan bahwa hukum rimba mengatur dunia.”
Sebagai contoh, Eslami mengutip serangan brutal rezim Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada bulan Juni yang merusak fasilitas nuklir negara itu dan merenggut nyawa sejumlah ilmuwan nuklirnya.
Serangan yang terjadi selama perang 12 hari yang tak beralasan oleh rezim tersebut terjadi setelah Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengeluarkan resolusi anti-Iran terbarunya yang tidak berdasar.
Eslami menyebut resolusi tersebut sebagai karya entitas Zionis, dengan mengatakan, “Jika klaim mereka benar, mereka seharusnya memberikan bukti yang jelas,” dan mencatat bahwa tidak ada investigasi IAEA yang pernah memverifikasi klaim tersebut.
"Pernyataan tak berdasar ini hanyalah kedok untuk menghalangi kemajuan bangsa Iran."
Sementara itu, pejabat tersebut mengingatkan bahwa standar ganda itu muncul, sementara tidak ada kekuatan Barat atau sekutu mereka yang akan pernah menyalahkan aktivitas nuklir militer entitas Zionis yang telah terbukti, meskipun Tel Aviv bukan anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) maupun Perjanjian Pengamanan IAEA.
Eslami juga mendesak pengawas nuklir PBB untuk secara jelas dan segera mengutuk pembunuhan ilmuwan nuklir Iran oleh rezim tersebut dengan sekeras-kerasnya.
"Pelanggaran paling berat terhadap hak asasi manusia internasional." hukum’: Araghchi mengecam kelambanan IAEA atas serangan terhadap situs nuklir Iran https://t.co/6FGCqEvJXt
— Press TV �� (@PressTV) 7 Agustus 2025
‘Perang tekad’
Dalam sambutannya pada upacara tersebut, juru bicara AEOI Behrouz Kamalvandi mendesak agar kewaspadaan terus berlanjut dari pihak bangsa selama program nuklir negara tersebut masih terancam.
“Kita telah melewati masa 12 hari yang sulit, dan hingga ancaman tersebut sepenuhnya dihilangkan, kita harus tetap waspada,” ujarnya.