Tarif Trump terhadap sebagian besar barang impor India mulai berlaku pada Rabu, yang diperkirakan akan berdampak pada perdagangan bernilai miliaran dolar – dari produk farmasi, batu mulia, hingga tekstil dan mesin – serta mengancam ribuan lapangan kerja di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu.
Langkah tersebut merupakan bagian dari kerangka perdagangan yang dicanangkan Trump sejak April lalu dengan mengumumkan paket tarif terhadap puluhan negara.
Setengah dari tarif AS terhadap India digambarkan sebagai “hukuman” atas pembelian minyak Rusia. Namun, Menteri Keuangan Scott Bessent berargumen bahwa kenaikan tarif juga mencerminkan frustrasi atas lamanya negosiasi perjanjian dagang.
Dalam wawancara dengan Fox Business, Bessent menyebut hubungan India–AS sebagai “sangat rumit” namun menekankan: “India adalah demokrasi terbesar di dunia dan AS adalah ekonomi terbesar di dunia, dan pada akhirnya saya yakin kita akan bersatu.”
Tarif 50% itu diberlakukan secara bertahap, setelah Trump terlebih dahulu mengumumkan tarif 25% pada Juli, lalu menambah 25% lagi pada 27 Agustus menyusul pembelian minyak Rusia yang berlanjut.
Trump selama bertahun-tahun menyebut India sebagai “raja tarif” dan menuduh New Delhi melindungi pasarnya dengan pungutan serta kebijakan ketat yang merugikan ekspor barang Amerika.
Upaya New Delhi untuk membujuk Washington dengan meningkatkan pembelian energi dan peralatan pertahanan AS – termasuk kenaikan 70% impor energi dari AS menjadi USD 6,6 miliar pada paruh pertama 2025 – gagal menghentikan keputusan Trump.
Perkembangan ini mengancam hubungan diplomatik yang telah dibangun lebih dari 25 tahun, termasuk kehadiran besar perusahaan AS di India.
India kini menjadi salah satu dari sedikit negara, bersama Brasil, yang menghadapi tarif 50% – lebih tinggi dari sebagian besar rival Asia-nya. Namun, pemerintah India tengah mendorong gerakan Swadeshi (produk dalam negeri) untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor, dengan Perdana Menteri Narendra Modi pada Selasa menyerukan rakyat India agar “bangga pada produk lokal” dan membeli barang buatan India. [IT/G]