Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani menyatakan bahwa musuh melancarkan perang 12 hari sekaligus mengaktifkan kelompok separatis untuk menekan Republik Islam dari dalam dan luar, tetapi rencana mereka gagal.
“Dalam 12 hari ini, 21 situs vital dan strategis rezim Zionis hancur total, dan dengan mengandalkan rudal baru, kami mampu menyelesaikan pembangunan bank target kami dengan akurasi kurang dari satu meter. Hari ini, kami sepenuhnya mengetahui titik lemah mereka dan menyadari apa yang terjadi di setiap meter persegi wilayah pendudukan,” ujarnya.
Ia memperingatkan bahwa jika agresi terjadi lagi, Iran tidak hanya akan meminta pertanggungjawaban Zionis tetapi juga para pendukungnya.
"Pergi dan selidiki dalam perang baru-baru ini, berapa banyak negara yang terlibat dalam membela Zionis Israel dan berapa ribu ton bom dan bahan peledak yang mereka berikan kepada rezim Zionis untuk dijatuhkan di negara yang tak berdaya. Namun kali ini, kondisinya akan berbeda," tambahnya.
Pada 13 Juni, Zionis Israel melancarkan agresi yang terang-terangan dan tanpa alasan terhadap Iran, memicu perang 12 hari yang menewaskan sedikitnya 1.064 orang di negara itu, termasuk komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil biasa.
Amerika Serikat juga memasuki perang dengan mengebom tiga situs nuklir Iran, sebuah pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran menargetkan situs-situs strategis di wilayah pendudukan serta pangkalan udara al-Udeid di Qatar, pangkalan militer Amerika terbesar di Asia Barat.
Pada 24 Juni, Iran, melalui operasi balasannya yang berhasil terhadap rezim Zionis Israel dan AS, berhasil menghentikan agresi teroris.[IT/r]