0
Tuesday 2 September 2025 - 02:44
Iran di KTT SCO:

Iran Tolak Perdamaian Paksa, Dukung Jalur Nuklir Diplomatik

Story Code : 1230560
President Pezeshkian at the Shanghai Plus summit in Tianjin
President Pezeshkian at the Shanghai Plus summit in Tianjin
Dalam pidatonya di KTT Shanghai Plus di Tianjin, China, pada hari Senin (1/9), Presiden Pezeshkian mengatakan bahwa perluasan dialog organisasi tersebut dengan negara-negara lain yang sepaham di SCO Plus juga merupakan peluang berharga untuk memperdalam dan mengembangkan kolaborasi ini.
 
Pezeshkian mencatat bahwa sejak berakhirnya Perang Dingin, tindakan sepihak telah menghambat aspirasi umat manusia untuk perdamaian abadi, namun pembentukan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) telah menjaga harapan tetap hidup bagi upaya kolaboratif antarnegara.
 
Presiden menyatakan bahwa dunia membutuhkan pemahaman dan kerangka kerja baru untuk tata kelola global, yang menjauh dari logika berbasis kekuatan dan menggantinya dengan prinsip-prinsip kesetaraan dan keadilan.
 
Ia menekankan bahwa wacana yang berlaku di dalam SCO, berkat kontribusi semua negara anggota, secara konsisten bertujuan untuk perdamaian dan keamanan melalui keadilan dan pembangunan.
 
KTT tahunan SCO telah menjadi kesempatan unik untuk berdialog dan bertukar pikiran di antara negara-negara yang memiliki kepedulian yang sama terhadap perdamaian, kerja sama, dan upaya mewujudkan dunia yang lebih adil dan aman.
 
Selama tiga dekade terakhir, SCO telah mempromosikan model baru kerja sama regional dan internasional yang tidak didasarkan pada permusuhan dan konflik identitas, melainkan pada rasa saling percaya dan menghormati keberagaman.
 
Pezeshkian menunjukkan bahwa pengalaman SCO menunjukkan bahwa kerja sama, khususnya di antara negara-negara berkembang dan negara-negara ekonomi berkembang, dapat memberikan solusi praktis bagi tantangan global seperti ketimpangan ekonomi, sanksi, perubahan iklim, dan krisis keamanan transnasional.
 
Presiden menegaskan kembali bahwa semua negara, terlepas dari ukuran atau kekayaannya, harus memiliki hak dan representasi yang setara dalam tata kelola global.
 
Ia berharap SCO akan lebih menekankan perannya dalam menangani isu-isu global yang kritis, terutama yang melemahkan keadilan dan pembangunan.
 
Selain itu, Pezeshkian menyerukan agenda yang lebih serius terkait kerja sama dengan negara-negara Selatan, terutama dalam kolaborasi keuangan dan investasi bersama di bidang infrastruktur.
 
Ia menegaskan kesiapan Iran untuk berkontribusi pada upaya-upaya ini, dengan memanfaatkan sumber daya ilmiah, pasokan energi, dan posisi transit strategisnya.
 
Merenungkan ketegangan geopolitik terkini, Presiden Pezeshkian mengutuk pemaksaan perdamaian melalui kekerasan, dengan merujuk pada pengalaman pahit rakyat Iran di bawah berbagai sanksi dan agresi militer.
 
Ia menegaskan kembali komitmen Iran terhadap resolusi diplomatik atas program nuklir damainya, dengan menegaskan bahwa agresi militer telah terbukti tidak efektif melawan semangat juang Iran yang tangguh.
 
Menyikapi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza, ia mendesak SCO untuk mengambil inisiatif yang lebih terorganisir dalam membangun perdamaian, menekankan kebutuhan mendesak akan rencana komprehensif untuk mengatasi konflik berkepanjangan di kawasan Asia Barat.
 
Ia menggarisbawahi bahwa tanpa resolusi yang adil untuk masalah Palestina, tidak ada rencana perdamaian dan keadilan global yang dapat berhasil. 
 
Sebagai penutup, Presiden Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah dan rakyat China atas keberhasilan penyelenggaraan KTT tersebut dan menyuarakan dukungan Iran terhadap pandangan konstruktif Presiden Xi Jinping tentang perlunya reformasi dalam tata kelola global, memandang inisiatif tersebut sebagai langkah penting menuju tercapainya dunia yang lebih adil. [IT/r]
 
 
Comment