Sayyid al-Houthi: Skema 'Israel Raya' Tidak Berhenti di Palestina
Story Code : 1231262
Sayyed Abdul Malik Al-Houthi, leader of Yemen’s Ansarullah movement
Pemimpin gerakan Ansar Allah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, menegaskan bahwa Zionis Israel, bekerja sama dengan Amerika Serikat, terus melakukan "kejahatan abad ini dan skandal era ini" terhadap rakyat Palestina, menekankan bahwa kejahatan ini merupakan "aib bagi mereka yang ragu-ragu dan terlibat."
Berbicara pada hari Kamis untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad (saw), Sayyid al-Houthi mencatat bahwa peringatan tersebut bertepatan dengan hampir berakhirnya tahun kedua serangan " Zionis Israel" yang didukung AS di Gaza.
Perang ini telah menyaksikan penderitaan rakyat Palestina mencapai tingkat yang tak terbayangkan, mulai dari penolakan susu formula bayi hingga penggunaan kelaparan yang terus-menerus sebagai senjata perang yang disengaja, ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendudukan Zionis Israel terus melakukan pelanggaran harian terhadap Masjid al-Aqsa dan Tepi Barat, sementara beberapa pihak hanya berpangku tangan sebagai penonton, bertindak seolah-olah itu bukan urusan mereka, seraya memperingatkan bahwa keraguan ini, atau keterlibatan dengan musuh, tidak akan melindungi mereka yang terlibat dari konsekuensinya.
Sayyed Abdul-Malik al-Houthi berpendapat bahwa penindasan terhadap rakyat Palestina telah menunjukkan tingkat "kemerosotan kemanusiaan, moral, dan agama" yang mendalam yang telah dicapai oleh dunia Islam, dengan menyatakan bahwa setiap alternatif dan strategi yang dipegang teguh oleh bangsa tersebut dan yang menjadi dasar pendiriannya kini telah gagal.
Rencana 'Zionis Israel' tidak berhenti di Gaza Pemimpin Ansar Allah, Sayyed Abdul-Malik al-Houthi, lebih lanjut memperingatkan bahwa "proyek Zionis tidak berhenti di perbatasan Palestina, karena para penjahat utamanya secara terbuka mengumumkan rencana yang menargetkan seluruh wilayah dengan dalih mengubah Timur Tengah dan mendirikan Zionis Israel Raya."
Sayyed al-Houthi menekankan pendirian Yaman yang teguh dalam mendukung rakyat Palestina, menyerukan "mereka yang memiliki hati nurani yang hidup untuk mengambil tindakan guna menghentikan kejahatan Zionis yang mempraktikkan genosida dan menggunakan kelaparan sebagai senjata," seraya mencatat bahwa "kegigihan bangsa ini dalam kondisinya saat ini, yang bertentangan dengan prinsip-prinsipnya sendiri, akan menyebabkan kehancurannya."
Pidato Sayyid al-Houthi muncul di saat jumlah korban tewas akibat perang Israel di Gaza terus meningkat. Jumlah korban tewas dalam perang Zionis Israel di Gaza telah meningkat menjadi 64.231 orang, dengan 161.583 orang terluka sejak 7 Oktober 2023 hingga 4 September 2025.
Sejak dimulainya kembali perang pada 18 Maret, jumlah korban tewas telah mencapai 11.699 orang, ditambah 49.542 orang terluka.[IT/r]