UNICEF: ‘Hal yang Tak Terpikirkan’ Sedang Terjadi di Kota Gaza
Story Code : 1231437
Food and medicine running out in Gaza
Tess Ingram, Manajer Komunikasi UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, menggambarkan kota itu sebagai "tempat di mana anak-anak tidak dapat bertahan hidup" setelah menghabiskan sembilan hari di lapangan.
“Hal yang tak terpikirkan tidak akan terjadi. Itu sudah ada di sini,” ujarnya kepada para wartawan di New York.
Dari 92 pusat gizi yang didukung UNICEF, hanya 44 yang masih beroperasi, menyebabkan ribuan anak kekurangan gizi tanpa perawatan.
Rumah sakit kolaps karena tekanan: hanya 11 yang berfungsi sebagian, dengan hanya lima unit neonatal. 40 inkubator melayani hampir dua kali lipat kapasitasnya, menjaga hingga 80 bayi baru lahir tetap hidup dengan pasokan listrik yang rapuh dan obat-obatan yang semakin menipis.
Ingram menceritakan pertemuannya dengan keluarga-keluarga yang mengungsi berkali-kali, para ibu yang kehilangan anak karena kelaparan, dan pasien-pasien muda dengan tubuh yang "tercabik-cabik pecahan peluru."
Kelaparan, katanya, "ada di mana-mana di Kota Gaza." Ia menyoroti kasus seorang ibu, Nesma, yang putrinya yang berusia dua tahun baru-baru ini meninggal dunia akibat malnutrisi setelah hambatan bantuan menghentikan perawatan. Anaknya yang masih hidup "hampir tidak bisa bertahan hidup."
UNICEF dilaporkan telah menyediakan makanan darurat untuk lebih dari 3.000 anak, beserta dukungan untuk bayi, ibu hamil, dan akses ke air minum yang aman. Namun, badan tersebut memperingatkan bahwa masih dibutuhkan lebih banyak lagi dan sedang mengupayakan $716 juta tahun ini untuk menanggapi krisis ini.
"Biaya dari tidak bertindak akan diukur dari nyawa anak-anak yang terkubur di reruntuhan, tersiksa oleh kelaparan, dan dibungkam bahkan sebelum mereka sempat berbicara," tegas Ingram, mendesak "Zionis Israel" untuk mengizinkan akses bantuan yang lebih besar, dan bagi negara-negara yang berpengaruh untuk mendesak diakhirinya perang.
Pasukan pendudukan "Zionis Israel" [IOF] melanjutkan pemboman besar-besaran mereka di Kota Gaza pada Jumat (5/9) dini hari, yang menyebabkan lebih banyak warga sipil menjadi martir.
Empat warga Palestina dilaporkan gugur, termasuk dua anak-anak, dan beberapa lainnya terluka ketika pesawat "Zionis Israel" menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di dekat Lapangan al-Saraya di jantung Kota Gaza.
Dalam insiden terpisah, serangan "Zionis Israel" menargetkan tenda-tenda penampungan warga yang mengungsi paksa di sekitar Rumah Sakit al-Shifa, yang mengakibatkan setidaknya tiga korban jiwa dan beberapa luka-luka.
Sebuah tembakan artileri menargetkan permukiman di timur Kota Gaza, sementara drone quadcopter "Zionis Israel" menembaki warga sipil yang berusaha melarikan diri dari daerah tersebut.
Sementara itu, di bagian utara Jalur Gaza, unit-unit penyerang "Zionis Israel" meledakkan alat peledak untuk menghancurkan blok-blok permukiman di Beit Hanoun, menyebabkan puluhan keluarga Palestina kehilangan tempat tinggal.[IT/r]