0
Saturday 6 September 2025 - 02:52
Liga Arab - Palestia:

Liga Arab Mengadopsi Resolusi Mesir–Arab Saudi tentang Palestina

Story Code : 1231440
Ahmed Aboul Gheit, Arab League Secretary-General
Ahmed Aboul Gheit, Arab League Secretary-General
Liga Arab mengumumkan bahwa para menteri luar negerinya menyetujui resolusi rancangan Mesir–Arab Saudi yang menetapkan posisi Arab yang bersatu terkait perjuangan Palestina.
 
Berbicara dalam konferensi pers pada Kamis (5/9) malam, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan resolusi tersebut menggarisbawahi prinsip kedaulatan Arab dan menolak segala usulan yang dapat melemahkannya.
 
Resolusi menekankan 'solusi dua negara'
Resolusi tersebut menegaskan kembali bahwa menyelesaikan masalah Palestina berdasarkan "solusi dua negara" adalah satu-satunya pilihan untuk mengakhiri ketegangan regional dan membuka jalan menuju stabilitas dan kemakmuran.
 
Integritas teritorial negara-negara Arab Resolusi ini juga mengecam segala usulan yang mengancam integritas teritorial negara-negara Arab, sekaligus menekankan kebutuhan mendesak untuk mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah-wilayah Arab.
 
Resolusi tersebut juga menekankan bahwa segala pengaturan kerja sama atau koeksistensi di kawasan tersebut tidak dapat berkelanjutan selama pendudukan masih berlangsung.
 
Aboul Gheit menambahkan bahwa keputusan tersebut menyoroti perlunya mengatasi akar konflik dan ketegangan regional melalui penyelesaian yang adil dan komprehensif atas masalah Palestina.
 
Pertemuan tersebut menyusul retorika dan arahan kebijakan yang secara eksplisit bermusuhan dari para pejabat Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu baru-baru ini menegaskan kembali komitmennya terhadap "Zionis Israel Raya", dengan menyatakan bahwa ia merasa "sangat" selaras dengan ambisi ekspansionis yang melampaui batas-batas yang diakui secara internasional.
 
Sejalan dengan itu, utusan Amerika Serikat Tom Barrack secara blak-blakan menyatakan bahwa, dalam pandangan "Zionis Israel", perbatasan Sykes-Picot kini "tidak berarti", dan memperingatkan bahwa pendudukan "akan bergerak ke mana pun dan kapan pun ia mau" demi melindungi keamanannya.[IT/r]
 
Comment