0
Monday 8 September 2025 - 15:42
Iran - Irak:

Iran: Israel Tidak Akan Mampu Capai Tujuannya Jika Umat Muslim Bersatu

Story Code : 1231933
Iranian President Masoud Pezeshkian (R) and the head of the National Wisdom Movement, Seyyed Ammar Hakim (3rd-L), meet in Tehran
Iranian President Masoud Pezeshkian (R) and the head of the National Wisdom Movement, Seyyed Ammar Hakim (3rd-L), meet in Tehran
Pernyataan tersebut disampaikan pada hari Minggu dalam pertemuannya dengan ulama Syiah senior Irak sekaligus Kepala Gerakan Kebijaksanaan Nasional (National Wisdom Movement), Sayyid Ammar Hakim, yang sedang melakukan kunjungan resmi ke Tehran.
 
Pezeshkian menegaskan bahwa rezim Zionis Israel adalah musuh bersama bangsa-bangsa Muslim dan merupakan alat di tangan Amerika Serikat beserta sekutunya untuk melakukan kejahatan, menebar perpecahan, dan menjarah sumber daya negara-negara Muslim.
 
Ia menambahkan bahwa Iran meyakini persatuan dan kerja sama berkelanjutan di antara negara-negara Muslim di semua bidang tidak hanya akan membuka jalan bagi pembangunan dan kemajuan, tetapi juga akan mencegah kekuatan mana pun untuk menjatuhkan sanksi atau mengalahkan bangsa-bangsa Muslim.
 
Presiden Iran tersebut menekankan perlunya kewaspadaan yang “vital dan tak terbantahkan” dalam menghadapi upaya-upaya yang menciptakan perpecahan di antara negara-negara Muslim.
“Musuh-musuh Umat Islam berupaya menciptakan perpecahan di antara umat Muslim dengan mengangkat isu-isu yang memecah belah demi mencapai tujuan busuk mereka. Oleh karena itu, kita harus bertindak dengan sangat waspada menghadapi konspirasi-konspirasi ini,” tegas Pezeshkian.
 
Ia menekankan bahwa Iran dan Irak memiliki hubungan yang mendalam berdasarkan ikatan agama dan budaya, serta menegaskan bahwa batas-batas geografis tidak akan pernah memengaruhi hubungan tersebut.
 
Presiden Iran itu juga memuji keteguhan rakyat tertindas di Gaza dan ketahanan bangsa Iran selama perang 12 hari Zionis Israel-AS, dengan menegaskan bahwa tidak ada kekuatan militer, termasuk pesawat tempur, bom, dan rudal, yang dapat mematahkan persatuan tersebut.
 
Pezeshkian turut menyinggung pemilihan umum penting yang akan datang di Irak dan mengatakan bahwa persatuan serta kohesi politik, tanpa memandang etnis dan agama, akan meningkatkan kekuatan negara tersebut. Ia menegaskan kembali komitmen Iran untuk membantu memperkuat kedaulatan nasional Irak dan martabat rakyatnya.
 
Di pihak lain, Hakim memuji keberanian rakyat Iran selama perang Israel-AS, seraya menyoroti kekaguman umat Muslim dan seluruh bangsa merdeka di dunia atas keberanian mereka.
 
Ia mengatakan bahwa Republik Islam Iran telah membawa martabat dan kekuatan bagi negara-negara Muslim serta meningkatkan posisinya di antara mereka.
 
Mengacu pada hubungan politik yang sangat baik antara Teheran dan Baghdad, Hakim menyerukan kedua pihak untuk mengambil lebih banyak langkah dalam meningkatkan perdagangan dan pertukaran ekonomi.
 
Hakim tiba di Teheran pada Sabtu untuk mengadakan pembicaraan dengan pejabat Iran. Selama kunjungannya, ia bertemu dengan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani, Ketua Dewan Penetapan Kebijakan (Expediency Council) Sadeq Amoli Larijani, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, dan penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, Ali Akbar Velayati.
 
Ketua Parlemen Iran Serukan Peningkatan Hubungan Dagang dengan Irak
Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Baqer Qalibaf, menekankan pentingnya memperkuat hubungan dagang dengan Irak, mengingat adanya kerja sama yang baik di bidang politik, sosial, dan budaya serta kesamaan agama dan regional yang besar, sambil menyoroti peran sektor swasta kedua negara dalam hal ini.
 
Dalam pertemuan dengan Kepala Gerakan Kebijaksanaan Nasional, Qalibaf mengatakan bahwa para pedagang kedua negara harus senantiasa menjalin kontak dan memanfaatkan setiap peluang untuk memajukan perdagangan bilateral.
 
Ia menambahkan bahwa Iran dan Irak memainkan peran yang tak tertandingi dalam memperkuat kohesi di antara bangsa-bangsa Muslim.
 
Sementara itu, Hakim mengatakan bahwa kebijakan penting Iran selama perang 12 hari yang dipaksakan tersebut telah mendorong kohesi tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di antara seluruh umat Muslim di dunia.
 
Ia menyerukan pemanfaatan lebih lanjut terhadap peluang yang ada untuk meningkatkan pertukaran perdagangan antara Iran dan Irak.[IT/r]
 
 
Comment