Menteri Israel dan Suriah Akan Bertemu di bawah Sponsor AS
Story Code : 1231937
Syria's interim President Ahmad al-Sharaa shakes hands with US Ambassador to Turkey and Special Envoy to Syria Tom Barrack, in Damascus, Syria
Pertemuan diperkirakan akan berlangsung minggu ini antara Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani dan Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer, sebagai bagian dari upaya untuk mencapai kesepakatan keamanan antara Damaskus dan Tel Aviv, sumber-sumber Suriah dan Zionis Israel melaporkan, mengutip Zionis Israel Broadcasting Corporation.
Pertemuan tersebut dilaporkan difasilitasi oleh utusan AS Tom Barrack, yang sebelumnya telah bertemu dengan kedua belah pihak pada beberapa kesempatan dalam upaya untuk merumuskan kesepahaman keamanan berdasarkan pakta non-agresi, yang melaluinya kedua belah pihak akan berkomitmen untuk menghindari tindakan militer bersama, untuk memastikan penghormatan terhadap kedaulatan Suriah.
Sebelumnya, pihak Suriah dan Israel telah bertemu pada beberapa kesempatan dalam putaran yang diumumkan dan tidak diumumkan untuk menyiapkan panggung bagi pengaturan keamanan atau politik apa pun.
Al-Shaibani dan Dermer telah bertemu beberapa kali, terakhir kali di Paris Agustus lalu, ketika surat kabar Israel Haaretz menggambarkan diskusi tersebut sebagai "ujian kritis" bagi arah hubungan antara Damaskus dan Tel Aviv.
Suriah, 'Zionis Israel' berupaya mencapai kesepakatan keamanan Menurut Haaretz, mengutip sumber-sumber yang terpercaya, salah satu usulan utama yang diajukan selama pertemuan antara Dermer dan al-Shaibani adalah mencegah Hizbullah, pasukan Iran, atau pihak mana pun yang dianggap bermusuhan dengan "Zionis Israel" untuk ditempatkan di Suriah selatan.
Sumber-sumber tersebut juga menyatakan bahwa usulan lain termasuk menjadikan wilayah perbatasan sebagai zona demiliterisasi, bebas dari tentara Suriah, dan mengerahkan pasukan keamanan alternatif yang hanya dilengkapi dengan senjata ringan dan bertugas menjaga ketertiban semata.
Patut dicatat bahwa al-Shaibani, ajudan utama Presiden sementara Ahmad al-Sharaa, mengungkapkan dua minggu lalu bahwa komunikasi lanjutan dengan "Zionis Israel" sedang berlangsung, menegaskan bahwa Damaskus berupaya menjamin kepentingan nasional tertingginya.
Ia menambahkan bahwa al-Sharaa saat ini tidak melihat jalan menuju perjanjian "perdamaian komprehensif" dengan "Zionis Israel", tetapi menekankan bahwa ia tidak akan ragu untuk mengupayakan kesepakatan apa pun yang melayani kepentingan rakyat Suriah jika kondisi yang tepat tercapai.[IT/r]