0
Tuesday 9 September 2025 - 12:53
Tunisia dan Perjuangan Palestina:

Serangan Drone Diduga Hantam Kapal Armada Global Sumud Menuju Gaza di Tunisia

Story Code : 1232147
The moment a suspected incendiary device exploded on the Global Sumud Flotilla
The moment a suspected incendiary device exploded on the Global Sumud Flotilla's leading vessel, in Sidi Bou Said, Tunisia
Global Sumud Flotilla mengumumkan akan mengadakan konferensi pers hari ini untuk memberikan pembaruan kepada media dan publik mengenai serangan drone yang menimpa salah satu kapalnya, Family Boat. Meskipun seluruh peserta dilaporkan selamat, rincian mengenai serangan tersebut masih terbatas.
 
PERNYATAAN RESMI
GLOBAL SUMUD FLOTILLA AKAN MENGADAKAN KONFERENSI PERS TERKAIT SERANGAN DRONE
Tunis, Tunisia – Global Sumud Flotilla akan mengadakan konferensi pers hari ini untuk memberikan pembaruan kepada media dan publik mengenai serangan drone yang menimpa salah satu kapalnya, Family Boathttps://t.co/VwElOOAnSq
— Global Sumud Flotilla (@gbsumudflotilla), 9 September 2025
 
Konferensi tersebut akan menampilkan pernyataan dari Francesca Albanese, anggota komite pengarah, tokoh masyarakat sipil, serta kesaksian langsung dari mereka yang berada di Family Boat saat serangan terjadi, di samping pembaruan mengenai misi armada untuk memecah blokade ilegal Zionis Israel” di Gaza.
 
Global Sumud Flotilla, upaya sipil terbesar untuk mematahkan blokade laut Zionis Israel atas Gaza, mengalami dugaan serangan ketika salah satu kapal utamanya dihantam saat berlabuh di Sidi Bou Said, Tunisia.
 
Menurut Wael Nawar, anggota armada tersebut, serangan dilakukan oleh drone Israel dan menyasar kapal terbesar mereka yang berlayar di bawah bendera Portugal. Ia menegaskan seluruh awak dan penumpang kapal tersebut selamat.
 
Komite Mesir: Eskalasi Pengecut
Komite Mesir dari flotilla itu mengecam insiden tersebut sebagai “agresi kriminal oleh drone perang Zionis dan eskalasi pengecut.” Mereka menyebut serangan di wilayah Tunisia sebagai pelanggaran militer terhadap negara Arab, serta menegaskan bahwa partisipasi Mesir dalam armada internasional itu akan terus berlanjut meski ada ancaman.
 
Peringatan dari Pakar PBB
Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese mengonfirmasi laporan bahwa kapal utama flotilla tersebut terkena serangan dan mengatakan bahwa ia sedang berupaya memverifikasi fakta. Ia juga memperingatkan bahwa dua kapal tambahan yang sedang menuju Tunisia “sangat membutuhkan perlindungan segera.”
Berita Terkini;
Berikut rekaman kamera keamanan dari kapal Family milik Sumud Flotilla, yang sedang bersandar di luar pelabuhan Tunis. Jadi:
  1. 1. Terdengar suara yang diidentifikasi kru sebagai drone.
    2. Kru membunyikan alarm dan meminta bantuan.
    3. Terjadi ledakan.
    4. Tarik kesimpulan Anda sendiri.
pic.twitter.com/HmkFG7yaEt
— Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB oPt (@FranceskAlbs), 8 September 2025
Koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa langkah-langkah keamanan ketat diberlakukan di pelabuhan setelah serangan, menambahkan bahwa kapal tersebut tampaknya terkena perangkat pembakar.
 
Otoritas Tunisia: Malfungsi Teknis
Sebaliknya, juru bicara Garda Nasional Tunisia membantah bahwa unit keamanan atau militer setempat mendeteksi adanya aktivitas udara di atas pelabuhan. Penyelidikan awal, katanya, menunjukkan insiden itu mungkin disebabkan oleh malfungsi internal di kapal, bukan serangan eksternal.
 
Kementerian Dalam Negeri Tunisia kemudian merilis pernyataan yang menyebutkan bahwa “laporan yang beredar mengenai drone yang menabrak kapal di Pelabuhan Sidi Bou Said tidak berdasar.”
 
Sebelumnya, pada Mei lalu, sebuah serangan drone menargetkan kapal tim Gaza Freedom Flotilla di perairan internasional lepas pantai Malta, menurut Koalisi Freedom Flotilla. Otoritas Israel dikecam luas oleh para aktivis atas serangan tersebut, meskipun Tel Aviv tidak pernah mengklaim tanggung jawab.
 
Dalam insiden sebelumnya itu, Yasemin Acar, petugas pers Koalisi Freedom Flotilla, mengonfirmasi kepada CNN bahwa drone bersenjata mengenai kapal tersebut dua kali, menyasar bagian depan kapal dan menyebabkan kerusakan besar pada lambung. Kebakaran pun terjadi di kapal, yang kemudian mulai tenggelam.
 
Armada Terbesar untuk Memecah Blokade
Global Sumud Flotilla mencakup ratusan aktivis internasional dari 44 negara, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg dan politisi Portugal Mariana Mortágua. Misi yang terdiri dari puluhan kapal bermuatan bantuan ini bertujuan memecah blokade laut Israel selama bertahun-tahun atas Gaza dengan mengirimkan pasokan kemanusiaan dan menunjukkan solidaritas internasional.
 
Meski menghadapi serangan dan ancaman yang meningkat, para penyelenggara menegaskan bahwa misi ini akan tetap berjalan, menyebutnya sebagai aksi bersejarah melawan pengepungan yang sedang berlangsung.[IT/r]

 
 
Comment