0
Wednesday 10 September 2025 - 03:43
Qatar - Zionis Israel:

Update: Agresi Israel Menargetkan Tim Negosiasi Hamas di Doha, Pejabat Kelompok Selamat dari Serangan

Story Code : 1232328
Israeli attack on Doha
Israeli attack on Doha
Ledakan dahsyat mengguncang Doha, dengan laporan yang menyebutkan bahwa Zionis Israel menghantam target dengan 12 rudal dalam operasi yang diberi nama “Puncak Api”.
 
Hamas mengumumkan bahwa serangan Zionis Israel di Doha menargetkan tim negosiasi kelompok tersebut yang tengah membahas proposal AS terkait gencatan senjata di Gaza. Kemudian, Hamas mengonfirmasi melalui pernyataan bahwa serangan itu gagal.
 
“Upaya pengkhianat pendudukan Zionis untuk membunuh delegasi perunding Hamas di Doha, Qatar, hari ini adalah kejahatan keji, agresi terang-terangan, dan pelanggaran mencolok terhadap semua norma dan hukum internasional. Kejahatan ini merupakan serangan terhadap kedaulatan negara sahabat Qatar yang, bersama negara sahabat Mesir, memainkan peran penting dan bertanggung jawab dalam memediasi upaya menghentikan agresi dan mencapai kesepakatan gencatan senjata serta pertukaran tawanan. Hal ini kembali mengungkap sifat kriminal pendudukan dan niatnya untuk menggagalkan setiap peluang tercapainya kesepakatan.
 
Kami menegaskan kegagalan musuh untuk membunuh saudara-saudara kami dalam delegasi perunding, meskipun sejumlah saudara kami telah gugur sebagai syuhada dan naik ke surga tertinggi, termasuk:
– Syahid Jihad Labad (Abu Bilal) – Direktur kantor Dr. Khalil al-Hayya
– Syahid Hamam al-Hayya (Abu Yahya) – Putra Dr. Khalil al-Hayya
– Syahid Abdullah Abdul-Wahid (Abu Khalil) – Pengawal
– Syahid Momen Hassouna (Abu Omar) – Pengawal
– Syahid Ahmed al-Mamlouk (Abu Malik) – Pengawal

Kami juga berduka atas gugurnya Perwira Badr Saad Muhammad al-Hamidi, anggota pasukan keamanan dalam negeri Qatar (Lekhwia). Semoga Allah merahmati mereka dan menempatkan mereka di surga.
 
Penargetan delegasi perunding, saat proposal terbaru Presiden AS Donald Trump tengah dibahas, membuktikan tanpa keraguan bahwa Netanyahu dan pemerintahannya tidak menginginkan kesepakatan apa pun dan dengan sengaja berusaha menggagalkan setiap peluang serta melemahkan upaya internasional, tanpa memedulikan nyawa tawanan mereka yang berada di tangan perlawanan, kedaulatan negara-negara, maupun keamanan dan stabilitas kawasan.
 
Kami menuntut pemerintahan AS turut bertanggung jawab atas kejahatan ini bersama pendudukan, karena dukungannya yang terus-menerus terhadap agresi dan kejahatan pendudukan terhadap rakyat kami.
 
Kejahatan ini membuktikan bahwa pendudukan Zionis adalah bahaya nyata bagi kawasan dan dunia, dan bahwa Netanyahu berusaha menghapus perjuangan nasional kami serta hak-hak rakyat kami, mendorong mereka ke pengusiran paksa, sambil melanjutkan rencana kriminalnya berupa pemusnahan, pembersihan etnis, kelaparan, dan pengusiran.
 
Kami, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), menyeru negara-negara dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta semua kekuatan hidup dan hati nurani yang merdeka untuk mengutuk agresi kriminal ini terhadap negara sahabat Qatar dan mengambil tindakan mendesak guna menekan pendudukan agar menghentikan perang pemusnahan dan pembersihan etnis, serta mendukung hak sah rakyat Palestina untuk kebebasan dan penentuan nasib sendiri.
 
Upaya pembunuhan pengecut ini tidak akan mengubah posisi dan tuntutan jelas kami, yaitu: gencatan senjata segera, penarikan penuh tentara pendudukan dari Jalur Gaza, pertukaran tawanan yang nyata, serta bantuan dan rekonstruksi bagi rakyat kami. Kami menegaskan bahwa kejahatan teroris ini tidak akan melemahkan tekad gerakan dan kepemimpinan kami, dan tidak akan menghalangi kami untuk tetap berpegang pada hak-hak nasional rakyat kami serta melanjutkan jalan perlawanan hingga pendudukan diangkat dari tanah kami dan negara Palestina merdeka berdiri dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.”
 
Media Israel sebelumnya menyebut bahwa militer menyerang pejabat Hamas di Doha, termasuk Khalil Al-Hayya, Zaher Al-Jabbarin, dan Khaled Meshaal. Namun, sumber-sumber Hamas menegaskan bahwa para komandan Hamas selamat dari serangan, meski ada laporan korban di lokasi.
 
Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam serangan Israel terhadap kediaman anggota biro politik Hamas di Doha, menekankan bahwa hal itu mengancam keselamatan dan keamanan warga Qatar maupun penduduk lainnya, serta melanggar hukum internasional. Qatar juga mengumumkan penangguhan upaya mediasi gencatan senjata, padahal selama ini Qatar menjadi mediator utama dalam perundingan antara kelompok Palestina dan musuh Zionis.
 
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan tersebut adalah operasi independen Zionis Israel, dan menambahkan bahwa Tel Aviv menanggung seluruh konsekuensinya.
 
Kedutaan Besar AS di Qatar membatalkan peringatan keamanan bagi personelnya di Doha setelah serangan Zionis Israel.

“Kedutaan Besar AS di Doha telah mencabut semua pembatasan terhadap personelnya. Warga AS diberitahu bahwa peringatan keamanan sebelumnya tidak lagi berlaku dan instruksi berlindung di tempat telah dicabut,” demikian pernyataan kedutaan di media sosial.
 
Pemerintahan Trump telah diberitahu sebelumnya mengenai serangan tersebut, menurut dua pejabat AS kepada CNN.
 
Senator Jeanne Shaheen, Ketua Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, mengkritik serangan Zionis Israel di Doha, Qatar, dan menyebutnya “tidak membantu.” Shaheen mengatakan AS memiliki peluang nyata di kawasan Timur Tengah. “Sangat disayangkan Israel mengebom Doha, salah satu sekutu kita.”
 
Gerakan Jihad Islam menegaskan bahwa penargetan Zionis terhadap pertemuan pimpinan Gerakan Perlawanan Islam Hamas di ibu kota Qatar, Doha, merupakan tindakan kriminal penuh yang melanggar semua standar kemanusiaan, nilai-nilai, serta norma dan hukum internasional paling dasar—bahkan tanpa mempertimbangkan bahwa Doha sendiri tengah menjadi tuan rumah delegasi dari entitas kriminal yang sama untuk bernegosiasi.
 
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan solidaritas dengan Qatar setelah serangan Zionis Israel yang “melanggar hukum dan keji” terhadap delegasi Hamas di Doha.

“Tindakan agresi Zionis Israel ini sama sekali tidak dapat dibenarkan, pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Qatar, serta provokasi paling berbahaya yang dapat membahayakan perdamaian dan stabilitas regional,” tulis Sharif di media sosial.

“Pakistan berdiri teguh bersama Negara Qatar, serta bersama rakyat Palestina melawan agresi Israel.”
Maroko, yang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan “Zionis Israel”, juga mengecam serangan tersebut melalui Kementerian Luar Negeri, seraya menyatakan “dukungan penuh” untuk Qatar.[IT/r]
 
 
Comment