
Iran - Zionis Israel:
Iran Desak Umat Muslim untuk 'Bertindak Bersama' Hadapi 'Hegemoni Israel yang Mengancam' setelah Serangan Qatar
11 Sep 2025 02:53
IslamTimes - Iran mengecam agresi rezim Zionis Israel di tanah Qatar, menekankan perlunya negara-negara Muslim untuk "bertindak bersama" hadapi kekejaman entitas ilegal tersebut dan "hegemoni yang mengancam".
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Larijani, mengatakan agresi Zionis Israel di tanah Qatar membawa pesan bagi negara-negara di kawasan itu agar mereka bersiap menghadapi "hegemoni yang mengancam" rezim tersebut.
"Pesan kejahatan terbaru entitas Zionis di Qatar: Wahai negara-negara di kawasan ini! Bersiaplah menghadapi hegemoni saya yang mengancam!!" Larijani menulis dalam sebuah postingan berbahasa Arab di X.
Zionis Israel melancarkan serangan udara terhadap markas besar gerakan perlawanan Palestina Hamas di ibu kota Qatar, Doha, dalam apa yang digambarkan sebagai "operasi pembunuhan" yang merenggut nyawa beberapa pejabat Hamas serta warga sipil di negara Arab Teluk Persia tersebut.
“Israel telah melakukan dengan keji apa yang tidak akan pernah dipikirkan Iran: menyerang Rakyat dan Pemerintah Qatar yang terkasih,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam sebuah postingan di X.
“Iran berdiri bersama saudara-saudaranya di Qatar dan Palestina dalam menghadapi serangan ilegal ini terhadap permukiman perkotaan yang digunakan oleh tamu sipil Negara Qatar yang tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun,” tambahnya dan menyampaikan belasungkawa atas “serangan keji” tersebut, yang juga mengakibatkan warga sipil terluka.
Menteri luar negeri Iran menyerukan upaya bersama oleh umat Islam dalam menghadapi tindakan agresi Zionis Israel dan menyatakan kesiapan Republik Islam untuk bekerja sama dalam menghadapi ancaman.
“Satu-satunya cara untuk mengatasi kecerobohan rezim Israel secara tegas adalah dengan bertindak bersama-sama di seluruh dunia Muslim. Iran siap memperdalam kerja sama demi menghadapi ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” tegas Araghchi.
Dalam pernyataan tegasnya, Hamas mengecam upaya pembunuhan Israel yang menargetkan delegasi negosiasinya di Doha dan mengatakan serangan itu merupakan “kejahatan keji” dan pelanggaran hukum internasional.
Hamas juga mengatakan bahwa para negosiator seniornya selamat dari serangan tersebut, tetapi lima anggota kelompok perlawanan tewas.
Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengutuk “serangan pengecut Zionis Israel” terhadap markas Hamas di Doha, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional dan ancaman bagi keamanan Qatar.
Agresi Zionis Israel tersebut menuai banyak kritik dari para pemimpin dunia dan kelompok perlawanan regional serta organisasi hak asasi manusia.[IT/r]
Story Code: 1232534