BBC: Geng Biker ‘Anti-Islam’ AS Jalankan Keamanan di Lokasi Bantuan Gaza
Story Code : 1232552
An American contractor shows Palestinians behind gates before entering a food distribution site operated by the Gaza Humanitarian Foundation
Perusahaan UG Solutions, kontraktor swasta berbasis di AS, beroperasi di bawah naungan Gaza Humanitarian Foundation (GHF). Menurut laporan tersebut, perusahaan itu merekrut sedikitnya sepuluh anggota Infidels Motorcycle Club (Infidels MC)—kelompok dengan rekam jejak panjang menyebarkan ujaran kebencian anti-Islam—untuk menangani keamanan di lokasi-lokasi rawan tersebut.
Tujuh anggota geng itu dilaporkan menempati posisi senior dalam operasi yang mendapat dukungan dari “Israel” dan Presiden AS Donald Trump.
Riwayat anti-Muslim, simbol perang salib
Infidels MC, didirikan pada 2006 oleh veteran AS dari perang di Irak, dikenal menampilkan diri sebagai “tentara salib modern.”
Di media sosial, kelompok ini terang-terangan menyebarkan ujaran kebencian Islamofobia, termasuk menyebarkan poster pesta babi “menentang Ramadan,” serta menjual barang dagangan dengan slogan seperti “Embrace Violence” dan “Gaza Summer 25: Surf All Day, Rockets All Night.”
Edward Ahmed Mitchell, Wakil Direktur Council on American-Islamic Relations (CAIR), menyamakan langkah ini dengan menempatkan Ku Klux Klan di Afrika untuk menangani bantuan. Ia mengatakan: “Menempatkan klub motor Infidels untuk mengelola distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza sama saja dengan menempatkan KKK mengurus bantuan kemanusiaan di Sudan. Tidak masuk akal. Itu pasti menimbulkan kekerasan — dan itulah yang benar-benar terjadi di Gaza.”
Anggota senior geng pimpin keamanan Gaza
Tokoh sentral operasi ini adalah Johnny “Taz” Mulford, mantan sersan Angkatan Darat AS yang pernah dihukum atas kasus suap, pencurian, dan memberikan keterangan palsu kepada otoritas militer. Ia kini menjabat sebagai pimpinan tim UG Solutions di Gaza.
Bersama Mulford, tiga pemimpin utama Infidels MC lainnya menempati posisi senior:
a. Larry “J-Rod” Jarrett – Wakil Presiden Infidels MC, menangani logistik;
b. Bill “Saint” Siebe – Bendahara Nasional, memimpin keamanan di salah satu “lokasi distribusi aman” GHF;
c. Richard “A-Tracker” Lofton – Anggota pendiri, menjadi pemimpin tim di lokasi bantuan lain.
Puluhan anggota Infidels direkrut untuk pekerjaan berbayar tinggi
Menurut seorang mantan kontraktor, sedikitnya 40 dari 320 personel UG Solutions di Gaza direkrut dari Infidels MC. Banyak dari mereka ditempatkan di posisi kepemimpinan dengan bayaran tinggi, dilaporkan mencapai 1.580 dolar AS per hari untuk pimpinan tim, dan 980 dolar AS per hari untuk kontraktor umum.
Unggahan media sosial Mulford menunjukkan ia secara aktif merekrut veteran AS beberapa minggu sebelum penempatan, dengan menyatakan mencari siapa pun yang masih bisa “menembak, bergerak, dan berkomunikasi.”
Simbol kebencian, tato perang salib
Pemimpin tim Josh Miller, yang memimpin keamanan di salah satu lokasi Gaza, difoto dengan spanduk “Make Gaza Great Again” untuk mempromosikan merek pakaiannya. Produknya menampilkan slogan “Embrace Violence” dan ilustrasi konflik bersenjata.
Miller memiliki tato bertuliskan “Crusader” di jari-jarinya serta angka “1095” di ibu jarinya — tahun dimulainya Perang Salib Pertama. Geng ini juga menjual barang dagangan berlogo “1095”, yang diklaim menandai awal kampanye militer untuk “merebut kembali Yerusalem dari kendali Muslim.”
Mitchell dari CAIR menambahkan: “Ketika Anda melihat para bigot anti-Muslim merayakan angka 1095, merayakan Perang Salib, itu berarti mereka merayakan pembantaian terhadap Muslim, serta penghapusan Muslim dan Yahudi dari Yerusalem.”
Riwayat kekerasan dan catatan kriminal
UG Solutions mengklaim seluruh personel menjalani pemeriksaan latar belakang menyeluruh, namun BBC mencatat bahwa Larry Jarrett memiliki dua catatan penangkapan karena mengemudi dalam keadaan mabuk. Pendiri perusahaan, Jameson Govoni, juga ditangkap pada 2024 dalam kasus dugaan tabrak lari di North Carolina.
Sejak lokasi bantuan diluncurkan pada akhir Mei, 1.135 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, telah terbunuh ketika mencoba mendapatkan makanan, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
UG Solutions membantah kontraktornya menembaki warga sipil, tetapi mengakui menggunakan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan.[IT/r]
Dalam pernyataannya, UG Solutions menyebut Mulford sebagai “figur yang dipercaya dan dihormati,” serta menegaskan pihaknya merekrut staf dari berbagai latar belakang untuk menyalurkan bantuan. “Tim yang menyalurkan bantuan di lokasi kami beragam — dan itulah alasan keberhasilannya.”