0
Friday 12 September 2025 - 02:54
Kanada - Zionis Israel:

Kanada Mengatakan Sedang 'Mengevaluasi' Hubungannya dengan 'Israel' setelah Serangan Doha

Story Code : 1232761
Canada Foreign Minister Anita Anand addresses the United Nations General Assembly
Canada Foreign Minister Anita Anand addresses the United Nations General Assembly
Pernyataan ini menandai tanda lain dari meningkatnya rasa frustrasi Kanada terhadap kebijakan pemerintah Israel. Berbicara pada pertemuan Partai Liberal di Edmonton, Anand menggambarkan serangan di Doha sebagai "tidak dapat diterima", menekankan bahwa hal itu merusak upaya mediasi Qatar yang sedang berlangsung di Asia Barat.
 
"Kami sedang mengevaluasi hubungan kami dengan Israel," kata Anand kepada wartawan. Ketika ditanya apakah sanksi sedang dipertimbangkan, ia berkata, "Kami akan terus mengevaluasi langkah selanjutnya."
 
Pernyataan tersebut muncul setelah Komisi Eropa mengumumkan niatnya untuk mengusulkan penangguhan langkah-langkah terkait perdagangan dengan "Zionis Israel", yang menimbulkan spekulasi bahwa Kanada dapat mengambil tindakan serupa.
 
Pergeseran Carney menuju pengakuan Palestina
Perdana Menteri Mark Carney telah mengarahkan kebijakan luar negeri Kanada ke arah baru sejak menggantikan Justin Trudeau pada bulan Januari.
 
Pada bulan Juli, Carney menyatakan bahwa Kanada akan secara resmi mengakui Negara Palestina di Majelis Umum PBB bulan September ini.
 
Carney mengecam keras serangan udara Doha, menyebutnya sebagai "ekspansi kekerasan yang tidak dapat ditoleransi" yang berisiko meningkatkan ketegangan di seluruh kawasan.
 
Ia juga mengkritik rencana "Zionis Israel" yang dideklarasikan untuk merebut Kota Gaza, dan bulan lalu menyebutnya "salah".
 
Hal ini kontras dengan masa jabatan Trudeau, di mana Kanada umumnya mendukung perang "Zionis Israel" di Gaza, meskipun terkadang menyuarakan kekhawatiran tentang skala korban sipil.
 
Partai-partai oposisi, termasuk Partai Demokrat Baru, telah melangkah lebih jauh, menyebut tindakan "Zionis Israel" di Gaza sebagai "genosida" dan menuntut tindakan yang lebih tegas, seperti embargo senjata.
 
Kelompok masyarakat sipil juga mendesak Ottawa untuk mendukung langkah-langkah akuntabilitas di bawah hukum internasional.
 
Terlepas dari pergeseran retorika ini, para kritikus mencatat bahwa Kanada terus mengekspor senjata ke "Zionis Israel" sambil menawarkan dukungan kemanusiaan yang terbatas bagi Palestina, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kedalaman pendekatan kebijakan barunya.
 
Kecaman Global
Serangan udara di Doha telah dikecam luas sebagai pelanggaran kedaulatan Qatar. Negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi, UEA, Kuwait, Yordania, dan Mesir, mengutuk serangan itu sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional" dan menyuarakan solidaritas penuh dengan Qatar.
 
Dewan Kerja Sama Teluk menggambarkannya sebagai "operasi yang tercela dan pengecut," sementara Liga Arab juga menjanjikan dukungan untuk Doha.
 
Para pemimpin Eropa turut serta dalam kritik tersebut, dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Kementerian Luar Negeri Jerman menyebut serangan itu tidak dapat diterima dan mengganggu stabilitas.
 
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres juga mengutuk serangan itu sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan," seraya menekankan peran penting Qatar dalam upaya mediasi.[IT/r]
 
 
Comment