Anggota Parlemen Lebanon: Perlucutan Senjata Hizbullah Dimaksudkan untuk Memajukan Niat Ekspansionis Israel
Story Code : 1233234
Lebanese lawmaker Hassan Ezzedine
Hassan Ezzedin, anggota blok parlemen Loyalitas terhadap Perlawanan, pada hari Sabtu (13/9) menekankan bahwa senjata Hizbullah diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan nasional Lebanon, menyebut senjata tersebut sebagai penjamin kuat keamanan negara Arab tersebut.
Ezzedine menyatakan bahwa tentara Lebanon telah menikmati manfaat dari kemampuan perlawanan dalam menghadapi kelompok militan Takfiri, dan mencatat bahwa kelompok teroris tersebut menimbulkan ancaman eksistensial bagi Lebanon dan merupakan alat untuk menciptakan krisis keamanan di kawasan tersebut.
"Seruan pelucutan senjata Hizbullah merupakan upaya berbahaya untuk merampas kemampuan Lebanon mempertahankan diri.
Persamaannya jelas: Pelucutan senjata berarti invasi darat baru. Invasi ini berada dalam kerangka niat ekspansionis rezim Zionis.
Inilah yang terjadi di Suriah," ujar legislator Lebanon tersebut. Ezzedine juga menekankan bahwa senjata bukan sekadar amanah di tangan para pemimpin Hizbullah, melainkan amanah di tangan mayoritas rakyat Lebanon.
Bangsa Lebanon tidak rela melihat pelucutan senjata Hizbullah, karena senjatanya melindungi persatuan dan kedaulatan Lebanon, tegas legislator Lebanon tersebut.
Mengingat kerugian besar yang dialami selama hampir 14 bulan peperangan dan ketidakmampuan untuk memenuhi tujuannya dalam serangan terhadap Lebanon, Zionis Israel tidak punya pilihan selain menerima gencatan senjata dengan gerakan perlawanan Hizbullah, yang mulai berlaku pada 27 November.
Sejak saat itu, pasukan Zionis Israel telah melancarkan serangan terhadap Lebanon, termasuk serangan udara, sehingga melanggar gencatan senjata.
Pada 27 Januari, Lebanon mengumumkan keputusannya untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Zionis Israel hingga 18 Februari.
Meskipun demikian, Zionis Israel tetap menduduki lima wilayah utama di Lebanon selatan, khususnya Labbouneh, Gunung Blat, Bukit Owayda, Aaziyyeh, dan Bukit Hammamis, yang semuanya terletak di dekat perbatasan.
Meskipun hampir setiap hari Zionis Israel melakukan serangan udara dan berulang kali melanggar wilayah udara dan kedaulatan Lebanon, Hizbullah tetap menjadi satu-satunya kekuatan militer yang kredibel yang mampu menghadapi pendudukan dan mencegah serangan Israel lebih lanjut.
Ketika seruan untuk melucuti kelompok perlawanan Lebanon semakin menguat dari Washington dan Zionis Israel, banyak pihak di negara Arab tersebut berpendapat bahwa upaya tersebut mengabaikan inti permasalahan pelanggaran berkelanjutan Zionis Israel terhadap kedaulatan Lebanon.[IT/r]