
Irak - Qatar:
Al Sudani dari Irak Desak Aliansi Pertahanan Islam Pasca Serangan Doha
15 Sep 2025 03:14
IslamTimes - Perdana Menteri Irak Mohammed Shia Al Sudani mendesak negara-negara Islam untuk membentuk struktur pertahanan bersama pasca serangan "Zionis Israel" di Qatar, sementara AS berusaha menjauhkan diri dari serangan tersebut.
Perdana Menteri Irak Mohammed Shia Al Sudani pada hari Minggu (14/9) menyarankan agar negara-negara Islam membentuk kerangka pertahanan bersama untuk melawan agresi Zionis Israel di kawasan tersebut.
"Tidak ada yang menghalangi negara-negara Islam untuk membentuk aliansi dalam bentuk struktur keamanan bersama untuk pertahanan," ujar Al Sudani kepada para wartawan, seraya mencatat bahwa negara-negara Arab dan Islam memiliki sumber daya yang diperlukan untuk melawan agresi Zionis Israel.
Ia memperingatkan bahwa serangan semacam itu "tidak akan terbatas pada Qatar."
Serangan dari Laut Merah
Pernyataannya menyusul serangan Zionis Israel di Doha yang bertujuan membunuh negosiator senior Hamas.
Menurut Wall Street Journal, serangan itu dilakukan dengan menggunakan rudal jarak jauh yang diluncurkan dari Laut Merah, yang melintasi wilayah udara Saudi sebelum menghantam ibu kota Qatar.
Laporan tersebut menyebutkan delapan F-15 dan empat F-35 dikerahkan dalam misi tersebut.
Surat kabar tersebut menambahkan bahwa Washington diberitahu hanya beberapa menit sebelum operasi dan tanpa rincian lengkap mengenai target yang dituju, sehingga militer AS tidak dapat bertindak tepat waktu.
Seorang pejabat senior Pentagon menggambarkan kejadian tersebut sebagai "sungguh tidak dapat dipercaya."
Perundingan Aliansi
Insiden tersebut menuai kritik luas karena menandai operasi Israel pertama di dalam wilayah sekutu utama AS.
Presiden AS Donald Trump kemudian berusaha menjauhkan Washington dari serangan tersebut, bersikeras bahwa itu adalah keputusan tunggal Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu. Ia meyakinkan para pemimpin Qatar bahwa "serangan seperti itu tidak akan terjadi lagi."
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tiba di "Zionis Israel" tak lama setelah serangan tersebut untuk menegaskan kembali dukungan Washington terhadap Tel Aviv.
Kunjungannya menuai sorotan lebih lanjut dari para komentator Teluk, yang mengatakan ketidakmampuan, atau keengganan, AS untuk menahan tindakan Zionis Israel telah merusak kepercayaan terhadap jaminan keamanan Amerika, bahkan ketika Qatar memperdalam hubungan diplomatik dan ekonominya dengan Washington.
Perdana Menteri Qatar mengumumkan minggu lalu bahwa konsultasi sedang dilakukan untuk pertemuan puncak Arab-Islam guna mengembangkan respons kolektif terhadap serangan tersebut, sebuah langkah yang sejalan dengan seruan Al Sudani untuk aliansi keamanan regional yang lebih luas.[IT/r]
Story Code: 1233400