0
Tuesday 23 September 2025 - 04:25
Libya - Palestina:

Kapal Libya Bergabung dengan Armada Global yang Bertujua Memecah Blokade Gaza

Story Code : 1235211
Libyan vessel Omar al-Mukhtar sails to join the Global Sumud Flotilla aimed at breaking “Israel’s” blockade on Gaza
Libyan vessel Omar al-Mukhtar sails to join the Global Sumud Flotilla aimed at breaking “Israel’s” blockade on Gaza
Kapal Libya Omar al-Mukhtar berangkat pada hari Minggu (21/9) untuk bergabung dengan Global Sumud Flotilla, sebuah upaya internasional yang bertujuan memecah blokade “Zionis Israel” atas Jalur Gaza. Kapal tersebut telah dilengkapi dengan unit perawatan intensif untuk memberikan dukungan medis bagi armada tersebut.
 
Keberangkatan kapal yang sempat ditunda pada hari Rabu lalu karena cuaca buruk kini kembali dilanjutkan. Juru bicara Nabil al-Soukni mengatakan kepada Anadolu bahwa kapal tersebut sudah sepenuhnya siap.
“Kami sekarang sepenuhnya siap dengan semua peralatan kami, dan kami meningkatkan persediaan untuk beberapa kapal kecil yang sebelumnya kekurangan pasokan karena ukuran mereka,” ujar al-Soukni. Ia menambahkan bahwa ruang tambahan telah disiapkan untuk menampung aktivis dari kapal yang dianggap tidak layak untuk perjalanan tersebut.
 
Kapal itu mengangkut tenda untuk warga Palestina yang terpaksa mengungsi, serta obat-obatan, susu formula bayi, dan berbagai kebutuhan untuk semua kelompok usia di Gaza, tegas al-Soukni.
“Dukungan populer dan moral yang kami terima dari beberapa pihak di Libya adalah pesan kuat untuk meningkatkan moral kru di atas kapal Omar al-Mukhtar,” katanya.
 
Di antara mereka yang berada di kapal tersebut adalah mantan Perdana Menteri Libya Omar al-Hassi, bersama dengan sejumlah aktivis internasional, menurut juru bicara.
 
Petugas medis Abdel Rahman Humaid mengatakan kepada Anadolu bahwa kapal tersebut diawaki oleh tim medis dan kini dilengkapi dengan unit perawatan intensif.
“Kami melengkapi kapal dengan peralatan dan obat-obatan yang diperlukan serta menyiapkannya dengan semua yang dibutuhkan untuk perawatan intensif,” ujar Humaid.

Pengacara mendesak perlindungan bagi Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza
Dalam konteks terkait, Abdelhaq Benkadi, perwakilan Arab Lawyers Union yang berada di atas Global Sumud Flotilla, menekankan pada hari Minggu bahwa komunitas internasional memikul tanggung jawab untuk melindungi armada tersebut, yang menjalankan misi murni kemanusiaan.
 
Berbicara kepada Al Mayadeen, Benkadi mencatat bahwa meskipun komunitas internasional sebelumnya telah memutuskan untuk membuka jalur kemanusiaan ke Gaza, “keputusan itu belum juga dilaksanakan.” Ia menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa bertanggung jawab atas setiap ancaman potensial yang dihadapi konvoi tersebut.
 
Pengacara itu menyoroti adanya “dukungan populer yang belum pernah terjadi sebelumnya” dari masyarakat di seluruh dunia, yang menyediakan segala sumber daya yang diperlukan bagi para peserta. Ia mengatakan bahwa gelombang solidaritas ini mencerminkan keberhasilan tujuan konvoi bahkan sebelum mencapai Gaza.

Upaya global untuk memecah pengepungan
Global Sumud Flotilla secara kolektif berlayar pada hari Sabtu menuju Jalur Gaza yang terkepung, menurut International Committee to Break the Siege on Gaza.
 
Komite tersebut melaporkan bahwa 44 kapal berangkat dari pelabuhan-pelabuhan di Italia, dengan tambahan enam kapal dijadwalkan bergabung dari pelabuhan di Yunani. Armada ini diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu untuk mencapai tujuan.
 
Penyelenggara menggambarkan kampanye ini sebagai yang terbesar sejauh ini, menargetkan blokade brutal Israel yang telah membatasi pergerakan 2,4 juta warga Palestina di Gaza selama 18 tahun.
 
Global Sumud Flotilla tidak hanya mewakili upaya terorganisir terbesar untuk memecah pengepungan, tetapi juga salah satu demonstrasi solidaritas internasional yang paling terlihat dengan Palestina.
 
Upaya untuk memecah blokade ini sudah dimulai sejak 2008, ketika aktivis internasional pertama kali berhasil mencapai Gaza melalui laut. Peristiwa paling terkenal terjadi pada 2010 ketika komando Israel menyerbu kapal Turki Mavi Marmara, menewaskan sembilan aktivis dan memicu kecaman internasional.
 
Dalam beberapa bulan terakhir, armada kecil seperti misi Madleen dan Handala dicegat oleh angkatan laut Israel di perairan internasional, dengan para pesertanya ditahan dan dideportasi.[IT/r]
 
Comment