
Alutsista Iran:
Sedikit tentang Rudal Andalan Iran: Asyura
7 Oct 2025 11:23
IslamTimes - Menurut Jane's Defence Weekly, Ashoura merupakan terobosan besar dalam teknologi rudal Iran. Ini adalah MRBM dua tahap pertama yang menggunakan motor roket berbahan bakar padat, alih-alih teknologi berbahan bakar cair yang digunakan pada Shahab. Hal ini akan secara drastis mengurangi waktu persiapan dan penyebaran rudal, sehingga mempersingkat waktu peringatan bagi musuh dan meningkatkan akurasi.
�� Nama: Ashoura (juga dieja Asyura)
Dinamakan berdasarkan Hari Asyura, hari penting dalam kalender Islam yang memperingati kesyahidan Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad. Penamaan ini mencerminkan kerangka ideologis Iran dalam proyek-proyek militernya.
�� Jenis: Rudal Balistik Jarak Menengah (IRBM)
Jangkauan: Diperkirakan antara 2.000 hingga 2.500 kilometer
(setara dengan 1.240 hingga 1.550 mil)
➤ Dengan jangkauan ini, rudal Ashoura mampu menjangkau Israel, sebagian Eropa Tenggara, pangkalan militer AS di Teluk, serta sebagian besar wilayah Timur Tengah.
Jenis Bahan Bakar: Bahan bakar padat
➤ Ini merupakan kemajuan signifikan dibandingkan rudal Iran sebelumnya yang menggunakan bahan bakar cair (seperti Shahab-3). Rudal berbahan bakar padat:
Lebih cepat diluncurkan
Lebih mudah dipindahkan
Lebih sulit dideteksi sebelum peluncuran
Lebih tahan terhadap serangan pendahuluan karena tidak memerlukan waktu lama untuk persiapan peluncuran
Peluncuran: Kemungkinan menggunakan peluncur bergerak (road-mobile TEL / Transporter-Erector-Launcher)
➤ Ini memungkinkan Iran menyembunyikan dan memindahkan sistem rudal untuk menghindari deteksi.
�� Garis Waktu Pengembangan:
Rudal Ashoura diumumkan secara publik pada tahun 2007 oleh Menteri Pertahanan Iran saat itu, Mostafa Mohammad Najjar.
Iran mengklaim rudal ini sepenuhnya dikembangkan secara domestik, namun analis meyakini rudal ini mungkin didasarkan atau terinspirasi oleh teknologi rudal Korea Utara (Musudan) atau rudal Soviet R-27 SLBM.
�� Peran Strategis:
Ashoura merupakan bagian dari postur pertahanan strategis Iran, yang bertujuan untuk:
Melawan ancaman dari AS dan Israel
Memperkuat kemampuan deterensi rudal Iran, khususnya tanpa senjata nuklir
Memproyeksikan kekuatan Iran di kawasan Timur Tengah
Penggunaan bahan bakar padat pada IRBM seperti Ashoura menandai lompatan teknologi besar dalam program rudal Iran, yang mendekatkan negara itu ke arah kemampuan serangan balasan yang dapat bertahan (second-strike capability).
�� Kaitan dengan Rudal Lain:
Ashoura sering dianggap sebagai penerus atau pelengkap Shahab-3, rudal berbahan bakar cair dengan jangkauan serupa.
Ada kemungkinan Ashoura berhubungan atau bahkan merupakan bagian dari seri rudal Sejjil (terutama Sejjil-1 dan Sejjil-2) yang juga menggunakan bahan bakar padat dan memiliki jangkauan yang sebanding.
Beberapa analis memperkirakan Ashoura dan Sejjil mungkin merupakan nama berbeda atau tahapan berbeda dari program rudal yang sama.
�� Kepala Peledak & Muatan:
Diduga dapat membawa hulu ledak konvensional berkekuatan tinggi, dan mungkin juga munisi submunisi (bom-bom kecil)
Ada spekulasi bahwa Ashoura atau versi lanjutannya bisa membawa hulu ledak nuklir, tetapi belum ada bukti pasti bahwa Iran telah mengembangkan senjata nuklir untuk rudal ini.
| Fitur | Spesifikasi |
| Jenis | Rudal Balistik Jarak Menengah (IRBM) |
| Jangkauan | Sekitar 2.000–2.500 km |
| Bahan Bakar | Padat |
| Mobilitas | Peluncur Bergerak (Road-mobile TEL) |
| Status | Dalam pengembangan / penyebaran terbatas |
| Hulu Ledak | Konvensional (mungkin bisa nuklir secara teori) |
Story Code: 1238441