QR CodeQR Code

AS dan Gejolak Palestina:

JD Vance: Tawanan di Gaza Bisa Dibebaskan ‘Kapan Saja’

13 Oct 2025 10:00

IslamTimes - Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa para tawanan yang ditahan di Gaza bisa segera dibebaskan, seiring dengan pengerahan lebih dari 200 tentara AS ke wilayah Palestina yang diduduki untuk mengoordinasikan upaya kemanusiaan.


Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan pada hari Minggu (12/10) bahwa para tawanan yang ditahan di Gaza dapat dibebaskan “kapan saja,” sementara Washington bersiap untuk perjalanan Presiden Donald Trump ke Timur Tengah untuk menyambut mereka.
“Ini seharusnya terjadi kapan saja sekarang,” kata Vance dalam acara Meet the Press di NBC. “Presiden Amerika Serikat berencana melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk menyambut para sandera pada Senin pagi waktu Timur Tengah, yang berarti Minggu malam atau sangat awal Senin pagi waktu Amerika Serikat.”
 
Vance menambahkan bahwa meskipun waktu pastinya belum dapat dipastikan, Washington memperkirakan pembebasan akan segera terjadi. “Anda tidak bisa mengatakan dengan pasti kapan mereka akan dibebaskan, tetapi kami memiliki ekspektasi penuh. Itulah sebabnya presiden akan pergi — bahwa ia akan menyambut para sandera pada awal minggu depan,” ujarnya.
 
Vance menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk mengerahkan pasukan tempur (“boots on the ground”) di Gaza maupun di wilayah Palestina yang diduduki, menyusul laporan bahwa misi koordinasi AS akan segera didirikan di wilayah pendudukan.

Lebih dari 200 Tentara AS Diperkirakan Tiba di "Zionis Israel"
Seorang pejabat AS mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa sekitar 200 tentara Amerika diperkirakan akan tiba di wilayah Palestina yang diduduki dalam beberapa hari ke depan untuk membentuk pusat koordinasi yang bertujuan mengelola upaya internasional di Gaza.
 
Menurut pejabat tersebut, personel akan ditempatkan paling lambat hari Minggu (12/10). Pusat baru ini akan berfungsi sebagai pusat koordinasi kemanusiaan, bantuan logistik, dan komunikasi di antara negara dan organisasi yang berpartisipasi dalam upaya rekonstruksi dan stabilisasi Gaza.
“Tujuannya adalah untuk menghindari kekacauan dan memastikan semua pihak dapat berkomunikasi secara efektif,” ujar pejabat itu, menekankan bahwa misi ini dirancang untuk meningkatkan koordinasi, bukan untuk melibatkan pasukan AS dalam pertempuran.
 
Pejabat tersebut juga menegaskan bahwa “tidak akan ada tentara Amerika yang beroperasi di dalam Gaza,” meskipun pesawat-pesawat AS mungkin akan memantau situasi dari udara untuk memberikan “kesadaran situasional,” tanpa keterlibatan fisik pasukan di dalam wilayah tersebut.

‘Pasukan Tugas Multinasional’
Sementara itu, militer AS akan mengoordinasikan pasukan tugas multinasional yang akan dikerahkan di Gaza dan kemungkinan akan mencakup tentara dari Mesir, Qatar, Turki, dan Uni Emirat Arab.
 
“Putra-putri Amerika yang berseragam sedang menjawab panggilan untuk membawa perdamaian di Timur Tengah sesuai arahan Panglima Tertinggi dalam momen bersejarah ini,” tulis Jenderal Kenneth Cooper di platform X.
 
Menurut pejabat tinggi AS, misi ini akan beroperasi di bawah Komando Pusat AS (CENTCOM) dan akan dibentuk sebagai Pusat Koordinasi Sipil-Militer yang bertanggung jawab untuk memfasilitasi arus bantuan kemanusiaan dan bantuan keamanan ke Gaza menyusul perjanjian gencatan senjata terbaru.
 
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi bahwa personel yang dikerahkan akan memantau pelaksanaan gencatan senjata Gaza dari “Zionis Israel”, sambil bekerja sama dengan kekuatan internasional lainnya yang hadir di kawasan tersebut.
 
Seorang pejabat pertahanan AS menyatakan bahwa pasukan yang dikirim memiliki keahlian di bidang perencanaan, logistik, teknik, dan keamanan, serta akan fokus pada memastikan koordinasi dan pengiriman bantuan berjalan lancar, bukan untuk terlibat dalam pertempuran atau kegiatan penegakan hukum.[IT/r]
 
 


Story Code: 1239762

News Link :
https://www.islamtimes.com/id/news/1239762/jd-vance-tawanan-di-gaza-bisa-dibebaskan-kapan-saja

Islam Times
  https://www.islamtimes.com